Awas! Kawasan Elit Surabaya Dikepung Pengemis

Selasa 03-03-2026,10:26 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Muhammad Ridho

"Dari Jombang. Di sini tidur di Darmo Kali. Ditolong sama Pak RT. Disini sampai jam 4, terus pulang. Saya gak punya anak, bapak (suami) juga sudah meninggal," jelasnya.

BACA JUGA:Tak Cukup Razia, DPRD Surabaya Minta Pembinaan dan Pengawasan Pengemis Diperkuat

Perempuan yang hanya menggunakan daster ketika ditemui Memorandum itu bercerita, di Jombang sebenarnya dia masih keluarga. Paiti sudah pernah pulang, tapi malah mendapat cacian dan terkesan tidak diterima.

"Saya di sini sendirian. Di Jombang ada dua keluarga. Kalau saya datang itu dimarahi. Disuruh balik ke Surabaya. Dikata-katain, saya diam saja," terangnya.

BACA JUGA:Bolos Sekolah di Warkop, Lima Pelajar Surabaya Dibawa ke Liponsos

Paiti stand by di lokasi itu mulai pukul 07.00. Saban hari dan pulang pukul 16.00. Namun, penghasilannya yang didapat tak pernah banyak. Tidak hanya di bulan Ramadan saja. Tapi, ketika mendekati lebaran kata Paiti banyak yang berbagi. Tidak hanya uang, kadang bingkisan.

"Sepi. Daritadi jam 7 sepi. Saya cuma duduk di sini. Gak pernah jalan-jalan. Puasaan makin sepi. Malam gak pernah keluar. Belum ada (berbagi bingkisan), Biasanya ada, sembako. Iya kalau deket lebaran," pungkasnya.

Kategori :