dr Sheilly: Mengabdi di Garis Depan, Menatap Spesialisasi Emergensi

Senin 02-03-2026,07:31 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di balik pintu otomatis Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, detak jantung kehidupan terasa begitu kencang. Di sana, di antara hiruk-pikuk suara monitor jantung dan langkah terburu paramedis, tampak sesosok dokter muda yang tetap tenang di bawah tekanan.

Ia adalah dr Sheilly Joseline Terrukeni. Perempuan kelahiran Surabaya tahun 1996 ini merupakan representasi generasi muda yang memilih jalur pengabdian di garis depan kesehatan.

BACA JUGA:Can This Love Be Translated Jadi Drama Korea Romantis Favorit Penonton


Mini Kidi Wipes.--

Bagi lulusan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya ini, menjadi dokter bukan hanya tentang gelar, tapi tentang stamina untuk terus belajar dan hati yang siap melayani kapan saja.

“Menjadi dokter awalnya karena cita-cita orang tua. Mereka ingin ada keluarga yang bisa menjadi nakes. Lambat laun menjadi cita-citaku sendiri. Dan yang saya rasakan sekarang, saya bangga bisa membantu orang dan merawat orang seperti saudara saya sendiri,” ungkap Sheilly.

Menjadi dokter IGD bukanlah perkara mudah. Jam kerja yang panjang dan tantangan emosional bisa menguras energi siapa saja. Terlebih, harus menghabiskan hari-hari berjibaku dengan berbagai kasus medis darurat yang menuntut ketangkasan sekaligus empati tinggi.

BACA JUGA:Rem Motor Bunyi Berdecit saat Hujan? Ini Cara Membersihkannya dengan Sabun Cuci Piring


Gempur Rokok Illegal--

Namun, Sheilly punya rahasia sederhana untuk menjaga performanya. Yakni, dengan berolahraga. Bagi Sheilly, olahraga bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan bahan bakar agar tubuhnya tetap prima saat harus menangani pasien.

“Dengan berolahraga, saya merasa lebih fit dalam beraktivitas dan tidak mudah lelah. Ini cara saya menjaga kesehatan agar tetap fit selama bekerja, sehingga tidak mudah sakit di tengah jadwal yang padat," ungkapnya.

BACA JUGA:Team Liquid ID Rombak Roster Jelang MPL ID Season 17, Target Bangkit di Musim 2026

Lebih jauh, Sheilly mengutarakan, profesi dokter bukan sekadar soal memberikan resep atau tindakan medis. Saat ini, fokus utamanya adalah membangun relasi yang positif, baik dengan rekan sejawat maupun dengan para pasien yang ditemui setiap hari. Ia percaya bahwa penyembuhan dimulai dari komunikasi yang hangat.

“Kesibukan saya saat ini adalah bekerja sambil membangun portofolio yang baik. Saya ingin menjadi dokter yang kompeten setiap saat, belajar dari setiap kasus yang saya temui di lapangan," tambahnya.

BACA JUGA:Multitalenta dan Inspiratif, Anjani Mardayanti Genggam Prestasi dari Ring Bela Diri hingga Panggung Pageant

Kategori :