SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota Surabaya mengajak masyarakat memilih ikan sebagai sumber protein utama keluarga selama Ramadan 2026 karena bergizi tinggi, mudah diolah, dan pasokannya dipastikan aman serta terkendali, Sabtu 28 Februari 2026.
Pemerintah Kota Surabaya mendorong masyarakat memperkaya menu keluarga dengan protein ikan sebagai bagian dari penerapan pola makan sehat dan seimbang selama Ramadan 2026.
Mini Kidi Wipes.--
Selain memiliki nilai gizi tinggi, ikan dinilai mudah diolah menjadi beragam hidangan sahur dan berbuka yang lezat, praktis, serta ramah bagi anak-anak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan variasi sumber protein kepada masyarakat.
BACA JUGA:Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemkot Surabaya Sebar Pasar Murah di 93 Titik
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat ikan bukan hanya sebagai pilihan kedua, tetapi sebagai sumber protein yang sehat, segar, dan bernilai gizi tinggi. Ini bagian dari edukasi pola konsumsi seimbang,” kata Antiek.
Ia memastikan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan 2026 dalam kondisi aman dan terkendali, termasuk pasokan ikan di pasar tradisional maupun sentra perikanan yang relatif stabil.
BACA JUGA:Sandaran Kursi Besi Milik Pemkot Surabaya Raib Di Mayjen Sungkono
“Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kami juga mendorong warga memanfaatkan potensi perikanan yang melimpah sebagai sumber protein keluarga. Ini membantu menjaga keseimbangan belanja rumah tangga tanpa mengurangi kualitas gizi,” jelasnya.
Antiek menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan capaian Surabaya yang pada 2024 meraih penghargaan sebagai kota dengan angka konsumsi ikan tertinggi.
Gempur Rokok Illegal--
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Surabaya untuk terus menguatkan edukasi dan kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut juga selaras dengan Gerakan Gemar Makan Ikan yang terus digencarkan Pemkot Surabaya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, menyasar seluruh jenjang usia hingga keluarga dengan anak berisiko stunting. (rio)