"Mereka lebih memilih menghilangkan waktu dua jam untuk pagi dan sore hari, ketimbang tinggal di apartemen," ucap Ariyanto.
BACA JUGA:WNA Malaysia Diadili di PN Surabaya, Sabu 60 Kilogram Disembunyikan di Apartemen MERR
Bagi sebagian pembeli, rumah tapak juga dinilai lebih aman sebagai instrumen investasi jangka panjang. Rumah tapak berstatus Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dapat ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).
Sementara apartemen menggunakan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) yang berdiri di atas lahan berstatus HGB.
Kondisi ini membuat bisnis high rise di Surabaya tak lagi seatraktif periode 2010–2019, saat ekspansi apartemen tumbuh pesat. Kini, pasar lebih berhati-hati, dan pengembang pun memilih strategi rasional menunggu momentum yang tepat sebelum kembali membangun. (Ain)