Nestapa di KM 157 Jember: Tak Dengar Teriakan Warga, Nyawa Nenek Melayang
Jasat Sukaemi (65), yang mengenaskan --
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pagi yang tenang di Desa Yosorati mendadak berubah menjadi duka mendalam. Harapan Sukaemi (65), seorang nenek asal Dusun Krajan Kidul, untuk bertemu sang buah hati harus terhenti selamanya di lintasan rel kereta api, Sabtu, 18 April 2026.
​Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di KM 157+1/0, jalur antara Stasiun Tanggul dan Stasiun Jatiroto. Saat itu, langkah kaki renta Mbah Sukaemi sedang tertuju ke arah rumah anaknya di wilayah Koloran.
​“Korban hendak menyeberang rel untuk menuju ke rumah anaknya,” ujar Kapolsek Sumberbaru, AKP Joko Sumargo, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
BACA JUGA:Polsek Simokerto Gelar Patroli Presisi, Antisipasi Judi Merpati di Sepanjang Rel Kereta

Mini Kidi Wipes.--
​Warga sekitar yang melihat posisi Mbah Sukaemi dalam bahaya sempat berupaya keras. Teriakan peringatan bersahut-sahutan memecah udara pagi, mencoba menghentikan langkah sang nenek saat deru mesin KA Ranggajati mulai mendekat. Namun, takdir berkata lain; sang nenek diduga tidak mendengar peringatan tersebut dan terus melangkah.
​“Warga sebenarnya sudah berteriak kencang memberikan peringatan, tetapi korban tetap lanjut menyeberang,” tambah AKP Joko dengan nada prihatin.
BACA JUGA:Pria Semolowaru Ditemukan Tewas di Pinggir Rel Kereta Api Kalibokor

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
​Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember menjelaskan bahwa Masinis KA Ranggajati relasi Jember–Cirebon tersebut telah berupaya maksimal. Klakson lokomotif atau Semboyan 35 telah dibunyikan berkali-kali sebagai tanda peringatan.
​Manager Hukum dan Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro, menyebutkan bahwa berdasarkan catatan internal, peringatan suara bahkan dilakukan hingga puluhan kali. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tak lagi dapat dihindari.
​“Peringatan sudah dilakukan berkali-kali secara prosedural, namun posisi korban berada sangat dekat dengan jalur kereta,” ungkap Cahyo.
BACA JUGA:PT KAI Apresiasi Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Pencurian Rel Kereta
​Pasca-kejadian, petugas gabungan segera mengevakuasi jenazah Mbah Sukaemi ke Puskesmas Tanggul sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang berduka.
Sumber:







