Sujud Teduh Putri Pendeta Gereja Bethany, Jemput Hidayah Lewat Kepolosan Sang Buah Hati

Kamis 26-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Salah satu momen paling menyakitkan terjadi ketika ibunya mengusir Gloria yang saat itu baru saja melahirkan anak kedua karena sang cucu kedapatan sedang murajaah atau menghafal surat pendek Alquran di rumah mereka.

BACA JUGA:Labuhan Terakhir Ismail, Dari Taiwan Menjemput Cahaya Islam di Sidoarjo

"Sampai anak saya dulu tak bilangi. Kalau main ke rumah Oma-Ppa itu supaya gak ngaji-ngaji atau baca-baca ayat suci Alquran atau hafalan surat. Dia malah baca-baca murajaah, surat-surat pendek. Akhirnya Mama marah ya, diusir akhirnya," ungkapnya pedih.

Setelah pengusiran itu, Gloria sempat memilih untuk tidak menginjakkan kaki di rumah orang tuanya, hingga suatu hari sang ibu datang berkunjung ke kediamannya. 

BACA JUGA:Merinding Baca Syahadat, Kisah Perjalanan Spiritual Angga Wibisono Jadi Mualaf

Bukannya menanyakan kabar, pertanyaan pertama yang terlontar justru mengenai apakah Gloria sudah salat, yang dijawab dengan jujur oleh cucunya yang masih kecil.

Perdebatan demi perdebatan terus berlanjut hingga akhir hayat sang ibu. Bahkan, di malam sebelum wafat, ibunya sempat menelepon keluarga besar dan menyampaikan pesan terakhir agar Gloria kembali ke gereja.

BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh

Tekanan itu mencapai puncaknya saat peti jenazah akan ditutup; keluarga besar seolah menyidangnya untuk mengikuti wasiat sang ibu, namun Gloria tetap teguh pada pilihannya.

Gloria memilih untuk tidak melawan atau membalas dengan suara keras saat ada keluarga yang menghina keyakinannya. Baginya, mempertahankan iman adalah keputusan personal yang tidak bisa diganggu gugat.

"Ini hidup saya," ujarnya pelan namun penuh penekanan. Selain karena pengaruh sang anak, Gloria mengaku jatuh cinta pada Islam karena ajaran tentang akhlak, kebersihan, dan kesucian dalam ibadah, serta bagaimana agama ini memuliakan perempuan.

BACA JUGA:Transformasi Keyakinan Berliana Murphi, Dari Keraguan Menuju Kemantapan Berislam

"Saya senengnya di muslim itu serba bersih, harus suci. Ibadah harus bersih. Kita haid tidak boleh beribadah. Itu tidak diajarkan di ajaran saya sebelumnya," pungkasnya menutup kisah perjalanannya yang penuh pengorbanan namun menenangkan jiwa itu. (end/nov)

Kategori :