apakah ia akan terus memandangnya sebagai luka,
atau sebagai bagian dari kenyataan yang harus diterima dengan kepala tegak.
Di rumah itu, kini ada lebih dari satu suara yang memanggil “Ayah”.
Dan setiap panggilan membawa konsekuensi bagi Bintang, bagi Bulan, dan bagi hati yang harus belajar menampung lebih dari yang pernah direncanakan.