SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak di periode kedua, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatatkan sederet capaian signifikan. Fokus utama pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui implementasi Nawa Bhakti Satya ke-6, yakni Jatim Cerdas, kini mulai dirasakan dampaknya secara luas.
BACA JUGA:Pantau Awal Sekolah di Bulan Ramadan, Kadindik Jatim: Kebersihan Kelas Jadi Kunci Kenyamanan Belajar
Mini Kidi Wipes.--
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa sebagai provinsi dengan jumlah satuan pendidikan yang sangat besar, Jawa Timur memerlukan strategi pengelolaan yang serius. Saat ini, Jatim menaungi 439 SMA Negeri dan 1.083 SMA Swasta, serta 299 SMK Negeri dan 1.868 SMK Swasta.
”Jumlah satuan pendidikan yang ’jumbo’ itu membutuhkan strategi pemerataan yang serius dalam pengelolaannya. Dan, alhamdulillah, saat ini telah banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujar Aries, Selasa, 24 Februari 2026
BACA JUGA:Kadindik Jatim Bagikan Ribuan Paket Kurma Raja Salman untuk Insan Pendidikan
Gempur Rokok Illegal--
Dalam aspek pembiayaan, Pemprov Jatim telah menggelontorkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp46,826 miliar bagi 46.826 siswa. Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga terealisasi sebesar Rp1,274 triliun untuk 1,3 juta siswa di lebih dari 4.000 sekolah.
Tak ketinggalan, BOSDA Madin senilai Rp198,5 miliar telah disalurkan bagi siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota.
Selain dukungan dana operasional, perbaikan sarana prasarana menjadi prioritas. Sepanjang tahun 2025, anggaran ratusan miliar rupiah dialokasikan untuk merehabilitasi gedung sekolah yang tidak layak dan ruang kelas, mencakup ratusan SMA, SMK, hingga SLB di seluruh Jawa Timur.
BACA JUGA:Kadindik Jatim Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Pastikan Siswa Sehat dan Fokus Belajar
Salah satu terobosan menonjol adalah pengembangan sekolah berbasis ketarunaan. Dengan hadirnya SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro, kini Jawa Timur resmi memiliki enam SMA Negeri Taruna.
"Ibu Gubernur dan Pak Wagub Emil tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan non akademik siswa. Dengan adanya enam sekolah ketarunaan ini, bu Khofifah berkeinginan kedepan ada pemimpin bangsa yang dicetak dari Jawa Timur. Nasionalisme kita bentuk sejak SMA dengan menghadirkan SMA Negeri Taruna. Di sana karakter mereka ditempa untuk disiapkan menjadi calon pemimpin bangsa," papar Kadindik lulusan IPDN ini.
Keberhasilan model pendidikan ini terbukti dari data serapan lulusan, di mana ratusan siswa dari sekolah taruna berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sekolah kedinasan, hingga universitas di luar negeri.
BACA JUGA:Kadindik Jatim Motivasi Siswa SMKN 4 Surabaya dan Serahkan Bantuan Pendidikan