idulfitri 1447 h new

BPBD Jatim Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Hari Pertama Sebar 2,8 Ton Bahan Semai

BPBD Jatim Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Hari Pertama Sebar 2,8 Ton Bahan Semai

Pelaksanaan penyemaian awan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menggunakan pesawat PK-SCJ yang berangkat dari Bandara Juanda. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik Lebaran 2026. Program yang digagas BPBD Jawa Timur bekerja sama dengan BMKG Juanda itu resmi dimulai sejak Senin, 16 Maret 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, penyemaian awan dilakukan menggunakan pesawat PK-SCJ yang menjangkau sejumlah wilayah strategis di Jawa Timur. Daerah sasaran meliputi kawasan Tapal Kuda seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, serta wilayah lain seperti Tuban dan Mojokerto.

BACA JUGA:BPBD Jatim Ikuti Sekolah Singkat Kebencanaan di Jepang untuk Penguatan Mitigasi Bencana


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bahkan turut serta dalam penerbangan perdana yang berlangsung mulai pukul 12.14 WIB hingga 14.17 WIB. Dalam penerbangan tersebut, tim melakukan penyemaian awan di wilayah Situbondo hingga bagian utara Banyuwangi.

"Sebagaimana instruksi Ibu Gubernur, OMC ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim Lebaran. Ini juga menjadi bagian dari pelayanan Pemprov Jatim agar masyarakat yang melakukan mudik dan arus balik dapat bepergian dengan lebih aman dan lancar," uajr Gatot, pada Selasa 17 Maret 2026.

BACA JUGA:BPBD Jatim Gandeng BKOW Dorong Perempuan Jadi Garda Depan Kesiapsiagaan Bencana


Gempur Rokok Ilegal.--

Selama hari pertama operasi, tim melaksanakan tiga kali sortie penerbangan dengan total bahan semai yang disebarkan mencapai 2.800 kilogram kalsium oksida (CaO). Total waktu terbang dalam operasi tersebut mencapai 5 jam 20 menit.

Selain penyemaian di wilayah Tapal Kuda pada penerbangan pertama, sortie kedua menyasar wilayah Tuban, sementara sortie ketiga dilakukan di atas langit Mojokerto.

Operasi Modifikasi Cuaca ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, hingga H+5 Lebaran atau sampai 26 Maret 2026. Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi hujan dengan intensitas tinggi yang berisiko menimbulkan banjir maupun gangguan perjalanan selama periode mudik. (ain)

Sumber:

Berita Terkait