Puasa dan Diabetes

Selasa 24-02-2026,06:00 WIB
Reporter : Prof Dr Mangestuti Agil Apt MS
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Berpuasa di bulan Ramadan bagi orang dengan diabetes memerlukan kewaspadaan ekstra. Mereka perlu mematuhi ketentuan, yaitu selalu mengenal tanda bahaya secara dini, dan segera menghentikan puasa saat diperlukan. 

BACA JUGA:Puasa Aman untuk Gastritis

Salah satu risiko yang paling sering terjadi adalah rendahnya kadar gula darah, yang disebut hipoglikemia. Ini seringkali terjadi saat tubuh tidak menerima cukup glukose (gula) akibat tidak makan selama berpuasa. 


Mini Kidi Wipes.--

Apalagi kalau terjadi bersamaan dengan masih aktifnya obat yang diminum atau karena injeksi insulin. Gejala awal yang mudah dikenal adalah berkeringat, tangan bergetar, mual, lemah, sakit kepala, rasa lapar mendadak, yang terjadi saat kadar gula darah dibawah 70 mg/dL. 

BACA JUGA:Kurma Stabilkan Energi

Pertolongan harus segera diberikan karena bisa membahayakan jiwa. Kondisi sebaliknya disebut hiperglikemia, yaitu kadar gula darah yang sangat tinggi. Kemungkinan penyebabnya adalah mengonsumsi makanan manis secara berlebih saat berbuka puasa, atau lupa minum obat dokter. 

Tanda yang terlihat adalah rasa haus berlebihan, sering buang air kecil yang memicu dehidrasi, kelelahan hebat, mulut kering dan penglihatan kabur.  Dehidrasi yang terjadi saat berpuasa dapat memperburuk kondisi pasien diabetes, terutama saat cuaca panas. 

BACA JUGA:Cara Tepat Pilih Suplemen

Tanda yang mudah terlihat adalah air kencing berwarna sangat gelap, bibir kering, rasa haus yang hebat, sakit kepala berat atau denyut jantung cepat. Pasien diabetes tertentu, yaitu yang menggunakan insulin, dengan penyakit ginjal, atau yang mengalami luka kronik, berpotensi mengalami komplikasi selama berpuasa. Keadaan ini perlu segera mendapatkan pengawasan tenaga kesehatan profesional.

Pasien diabetes perlu menghentikan puasanya segera setelah mengalami gejala pusing yang hebat, pingsan, atau kadar gula darah yang sangat rendah atau sangat tinggi. 

Pilihan Aman

Pasien diabetes yang dinyatakan aman berpuasa perlu selalu waspada, termasuk mengatur menu makan sahur dan buka puasa. Untuk sahur dipilih asupan yang dapat mempertahankan kebutuhan energi, yaitu memilih karbohidrat yang dicerna secara perlahan. 


Gempur Rokok Illegal--

Jenis ini membuat kadar gula darah stabil sepanjang hari. Contohnya nasi merah, roti gandum utuh, havermot. Bisa juga makanan lokal seperti jagung rebus, ubi jalar, singkong rebus, talas. Tambahkan sumber serat dari kacang merah, kacang hijau, sayur seperti bayam, wortel, kacang panjang, brokoli.  

Kategori :