Ketika “Rasa Sayang” Saja Tak Cukup

Senin 23-02-2026,15:58 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono

IVAN Kuncoro, putra pemilik tempat hiburan legendaris Rasa Sayang, hanya bisa terpaku saat petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur membekuknya.

Tanpa perlawanan, tanpa drama hanya tatapan kosong yang seolah menyadari bahwa semua privilese tidak berlaku di hadapan hukum.

Ironisnya, nasib itu sebenarnya tak perlu terjadi. Terlahir sebagai anak pengusaha hiburan papan atas, masa depan Ivan sejatinya sudah disiapkan di atas karpet merah, bukan lantai ruang tahanan.

Rasa Sayang pada masa jayanya dikenal sebagai surga karaoke live, tempat para artis ibu kota tampil dan uang mengalir deras ke kantong sang ayah, Heri Kuncoro.

Kerajaan bisnis keluarga pun meluas. Ada Valhala yang sahamnya turut dimiliki Ivan, hingga Fox Karaoke lokasi yang justru menjadi tempat penggerebekannya.

Seolah belum cukup, namanya juga disebut-sebut dalam dugaan kasus penipuan. Lengkap sudah paket “anak sultan yang tersesat arah”.

Sulit mengatakan bahwa Ivan kekurangan fasilitas. Sejak kecil ia hidup dalam bayang-bayang kemewahan bisnis keluarga yang sedang berada di puncak.

Modal, koneksi, dan peluang tersedia tinggal memilih jalan mana yang ingin ditempuh. Sayangnya, yang dipilih justru jalan pintas menuju kehancuran: narkoba.

Awalnya mungkin sekadar coba-coba, seperti kisah klise yang terlalu sering diulang. Namun, dari “sekadar” itu berujung pada jerat hukum yang nyata. Ketika Badan Narkotika Nasional turun tangan, semua gelar anak pengusaha sukses tak lagi berarti.

Nama tempat hiburan keluarganya, Rasa Sayang, terdengar seperti janji kebahagiaan bagi para pengunjung.

Namun kenyataannya, rasa sayang baik dari keluarga, uang, maupun kemewahan ternyata tidak cukup untuk mencegah pemiliknya jatuh ke lubang yang sama sekali tidak romantis: penjara.

Kini, persoalan Ivan tak berhenti pada satu kasus. Seperti membuka kotak Pandora, satu masalah memancing masalah lain muncul ke permukaan.

Publik pun hanya bisa bertanya: apa sebenarnya yang masih kurang bagi seorang pewaris bisnis besar hingga harus mencari pelarian pada barang haram?

Jawabannya mungkin hanya diketahui oleh Ivan sendiri dan Tuhan.

 

Kategori :