Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Cabuli Gadis Dibawah Umur, Pengurus Perbakin Surabaya Dipolisikan

Cabuli Gadis Dibawah Umur, Pengurus Perbakin Surabaya Dipolisikan

Ilustrasi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seorang gadis berinisial DS (14) diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh JL (40), oknum pelatih Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya.

Dalam tulisan tangan diatas kertas yang beredar di sosial media dan diduga ditulis oleh DS, aksi pencabulan itu dilakukan beberapa kali dan di sejumlah lokasi. Sebelum melakukan aksinya, JL membangun kedekatan lebih dulu dengan korban.


Mini Kidi Wipes.--

DS menduga, JL melakukan pendekatan berawal dari hukum fisik yang diberikan kepada korban, akibat DS sering menjatuhkan magazine (peluru) atau tempat penyuplai amunisi ketika latihan menembak.

BACA JUGA:Orang Tua Balita Korban Pencabulan di Situbondo Minta Terduga Pelaku Diproses Hukum

Suatu waktu, JL menagih hukuman fisiknya kepada DS. Lalu saat di lapangan hanya ada mereka berdua, ada DS dan JL. Sementara teman-teman korban yang lain telah pulang masing-masing.


Gempur Rokok Illegal--

Korban kemudian membantu JL untuk membawakan perlengkapan latihannya ke dalam ruangan. Lalu, terduga pelaku meminta DS menjalani hukuman fisik di ruangan tertutup itu, dan kemudian JL beraksi dengan menyentuh dan mencium bagian tubuh korban.

Di sisi lain, korban sempat merasa aneh dan curiga dengan tindakan yang dilakukan pelatihnya tersebut. Akan tetapi, dia terpaksa menuruti perintah dan menerima hukuman. Aksi serupa juga pernah dilakukan di dalam mobil pelaku.

BACA JUGA:Penjahit di Sidoarjo Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Polisi Amankan Tersangka

JF (37) ayah DS bercerita, kasus tersebut terkuak setelah anaknya belakangan ini tiba-tiba minta keluar dari Perbakin. JF pun melarang anaknya untuk keluar dan meminta anaknya untuk tetap latihan menembak di Perbakin. 

Sebab dalam waktu dekat akan ada seleksi Pra Pon dan Porprov. Pihaknya sempat menanyakan lebih dalam ke anaknya apakah ada masalah atau kendala saat di latihan. Namun, mulanya sang anak tidak mau berterus terang.

"Akhirnya dia tertekan, cerita nggak berani ke saya langsung, ke mamanya pada Senin malam jam 9 malam. Mamanya telpon saya, ada pelecehan itu tadi," ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

BACA JUGA:Driver Ojol Surabaya Cabuli Anak Kandung Sejak 2023, Korban Diberi Rp 20 Ribu

Sumber:

Berita Terkait