BACA JUGA:Jaga Independensi, Senator Lia Istifhama Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
Memasuki hari-hari berikutnya, Lia mengingatkan tentang dua nikmat yang kerap membuat manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang (HR Bukhari).
Menurutnya, Ramadan adalah sekolah disiplin.
“Kalau kita mampu mengatur waktu selama Ramadan, artinya kita sedang melatih kualitas diri,” tuturnya.
Dalam forum keluarga muda, Lia juga menyampaikan hadis tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjadi pribadi terbaik bagi pasangan.
BACA JUGA:Jembatani Asa Pelaku Usaha, Lia Istifhama Resmi Jadi Dewan Penasehat Markas UKM Jawa Timur
Ia meyakini ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa.
Tak hanya itu, ia juga mengutip hadis riwayat Tirmidzi tentang besarnya pahala yang sebanding dengan ujian.
“Kalau diuji, jangan marah. Bisa jadi itu tanda Allah mencintai dan sedang menaikkan derajat kita,” ucapnya.
Di hari kesepuluh Ramadan, Lia menegaskan pentingnya menjaga integritas dengan mengingat hadis tentang tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah di hari kiamat (Muttafaq ‘alaih).
Menurutnya, jabatan bukan sarana mencari keuntungan pribadi.
“Ramadan adalah alarm moral bagi siapa pun yang memegang amanah,” tandasnya.
Menutup catatan sepuluh hari pertama Ramadan, Lia mengutip hadis Ibnu Mas’ud tentang dua jenis iri yang dibolehkan: kepada orang yang menggunakan hartanya di jalan kebaikan dan kepada orang yang berilmu serta mengamalkannya.
BACA JUGA:Senator Lia Istifhama Dukung Gerakan DEM Madura Kawal Keadilan Energi
Ia berharap Ramadan melahirkan pribadi-pribadi dermawan sekaligus cerdas.