10 Hari Pertama Bulan Suci Ramadan, Senator Lia Beri Catatan Soal Spiritual hingga Sosial

Senin 23-02-2026,11:46 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Muhammad Ridho

BACA JUGA:Jaga Independensi, Senator Lia Istifhama Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden

Memasuki hari-hari berikutnya, Lia mengingatkan tentang dua nikmat yang kerap membuat manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang (HR Bukhari).

Menurutnya, Ramadan adalah sekolah disiplin.

“Kalau kita mampu mengatur waktu selama Ramadan, artinya kita sedang melatih kualitas diri,” tuturnya.

Dalam forum keluarga muda, Lia juga menyampaikan hadis tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjadi pribadi terbaik bagi pasangan.

BACA JUGA:Jembatani Asa Pelaku Usaha, Lia Istifhama Resmi Jadi Dewan Penasehat Markas UKM Jawa Timur

Ia meyakini ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa.

Tak hanya itu, ia juga mengutip hadis riwayat Tirmidzi tentang besarnya pahala yang sebanding dengan ujian.

“Kalau diuji, jangan marah. Bisa jadi itu tanda Allah mencintai dan sedang menaikkan derajat kita,” ucapnya.

Di hari kesepuluh Ramadan, Lia menegaskan pentingnya menjaga integritas dengan mengingat hadis tentang tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah di hari kiamat (Muttafaq ‘alaih).

BACA JUGA:Semangat Generasi Muda di Grand Final Putra Putri Delta Sidoarjo 2026 Berebut Piala Senator Lia Istifhama

Menurutnya, jabatan bukan sarana mencari keuntungan pribadi.

“Ramadan adalah alarm moral bagi siapa pun yang memegang amanah,” tandasnya.

Menutup catatan sepuluh hari pertama Ramadan, Lia mengutip hadis Ibnu Mas’ud tentang dua jenis iri yang dibolehkan: kepada orang yang menggunakan hartanya di jalan kebaikan dan kepada orang yang berilmu serta mengamalkannya.

BACA JUGA:Senator Lia Istifhama Dukung Gerakan DEM Madura Kawal Keadilan Energi

Ia berharap Ramadan melahirkan pribadi-pribadi dermawan sekaligus cerdas.

Kategori :