new idulfitri

Gerbang Tol Warugunung Jadi Titik Terpadat, Antrean Capai 500 Meter saat Puncak Mudik

Gerbang Tol Warugunung Jadi Titik Terpadat, Antrean Capai 500 Meter saat Puncak Mudik

Kepadatan kendaraan di Gerbang Tol Warugunung saat puncak arus mudik Lebaran.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Gerbang Tol Warugunung di ruas Tol SURABAYA–Mojokerto menjadi titik terpadat saat puncak arus mudik Lebaran 2026, dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 500 meter, Minggu, 22 Maret 2026.

PT Jasamarga Surabaya Mojokerto mencatat lonjakan kendaraan keluar Surabaya menuju arah Mojokerto meningkat signifikan hingga sekitar 70 persen di atas kondisi normal.


Mini Kidi Wipes.--

Direktur Utama PT JSM, D. Hari Pratama, menyebut antrean panjang tersebut masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas di lapangan.

"Antrean paling panjang sekitar 500 meter di Gerbang Tol Warugunung arah keluar Surabaya, namun dapat terurai sekitar 40 menit berkat rekayasa lalu lintas yang kami lakukan," ujarnya.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Jika Terjadi Kepadatan Arus Mudik, Ini Rinciannya

Ia menjelaskan, lonjakan kendaraan saat musim mudik merupakan hal yang tidak terhindarkan, terutama di titik-titik krusial seperti gerbang tol.

"Terjadi peningkatan pergerakan kendaraan yang sangat signifikan menuju berbagai wilayah di Jawa Timur melalui Tol Sumo, namun kepadatan tetap kami jaga dalam batas aman dan lancar," imbuhnya.


Gempur Rokok Ilegal -----

Selama periode H-10 hingga H1 Lebaran atau 11–21 Maret 2026, tercatat sebanyak 276.795 kendaraan keluar Surabaya melalui Gerbang Tol Warugunung atau meningkat 32,7 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, kendaraan yang masuk Surabaya melalui gerbang yang sama mencapai 249.960 unit atau naik 13,5 persen.

BACA JUGA:JSC Dinsos Jatim Tangani Lansia Terlantar di Bawah Jalan Tol Tambakasri Surabaya

Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak JSM menambah petugas layanan transaksi dan lalu lintas di sekitar gerbang tol serta mengoptimalkan penggunaan Mobile Reader guna mempercepat proses transaksi.

Selain itu, unit layanan lalu lintas juga disiagakan untuk merespons cepat apabila terjadi kepadatan di titik rawan.

Sumber: