"Bagaimana kita mau menuju Indonesia Emas 2045 kalau generasi mudanya tumbuh dengan trauma? Jangan sampai yang terjadi malah ‘Indonesia Cemas’," tegas dr Hasna.
BACA JUGA:Kasus Bullying dan Game Online Kian Mengkhawatirkan, Senator Lia Dorong Orang Tua Bentuk Mental Anak
Untuk menekan kasus sejak dini, RS Menur mengembangkan program Srikandi Jawara (Skrining Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja) sejak 2018. Program ini menggandeng sekolah, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK), agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental.
"Kalau ada perubahan perilaku yang sudah mengganggu fungsi anak sebagai siswa, itu harus segera ditangani. Jangan tunggu sampai berat," tutur dr Hasna
Pendekatan ini melibatkan berbagai komunitas, mulai dari orang tua, guru, masyarakat, hingga konselor sebaya, agar deteksi dini bisa dilakukan sebelum kondisi anak memburuk.
"Prinsipnya jangan sampai anak datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah berat. Deteksi dini dan komunikasi yang terbuka di keluarga itu kunci," lugasnya. (Ain)