Di Antara Dua Kota: Ketika Cinta Diuji oleh Jarak (1)

Sabtu 21-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Bintang terdiam beberapa detik terlalu lama.

“Tidak,” jawabnya akhirnya.

Bulan tidak menemukan bukti apa pun. Tidak ada pesan mencurigakan. Tidak ada foto rahasia. Namun intuisi seorang istri jarang sepenuhnya salah.

“Kalau bukan perempuan lain,” kata Bulan pelan, “mungkin yang berubah adalah prioritas.”

Kalimat itu lebih tajam daripada tuduhan.

LDR bukan hanya soal menahan rindu. Ia tentang menjaga ruang agar tidak diisi orang lain. Tentang tetap menjadikan pasangan sebagai tempat pulang, meski kota berbeda.

Suatu hari, Bintang pulang tanpa pemberitahuan. Ia berdiri di depan pintu rumahnya sendiri dengan rasa yang aneh seperti tamu.

Bulan membuka pintu, terkejut, lalu tersenyum.

“Kamu pulang?” tanyanya.

“Aku sadar,” kata Bintang pelan, “kalau terus begini, kita nggak cuma beda kota. Kita bisa benar-benar jadi asing.”

Mereka tidak langsung sempurna. Tidak ada janji dramatis. Hanya keputusan sederhana: memperpendek jarak, atau setidaknya memperbaiki komunikasi sebelum jarak benar-benar memisahkan.

Karena cinta jarak jauh tidak gagal karena kilometer. Ia gagal ketika dua orang berhenti berusaha merasa dekat.

Dan dalam kisah ini, yang paling sulit bukan menunggu.

Melainkan memastikan hati tetap tinggal di rumah, meski tubuh berada di kota lain.

Kategori :