Terkait adanya tren penurunan suara PDI Perjuangan di Surabaya pada pemilu sebelumnya, pihaknya menilainya sebagai dinamika politik yang wajar dan terus berkembang.
Namun, hal tersebut juga menjadi momentum evaluasi internal. Ia mengungkapkan bahwa partai telah memberikan peringatan warning kepada seluruh struktur dan kader.
"Kami sudah mulai memberikan satu warning kepada seluruh struktur dan kader partai; jangan mengabaikan dan jangan jemawa. Semua kekuasaan dan kemenangan itu ada ketika kamu disenangi oleh rakyat," ungkapnya.
BACA JUGA:Rayakan HUT Ke-53, PDIP Surabaya Tegaskan Politik Berideologi dan Tolak Pilkada Lewat DPRD
Disinggung mengenai strategi partai ke depan, ia menilai hal tersebut masih terlalu dini untuk dibahas. PDI Perjuangan Surabaya saat ini memilih untuk merapatkan barisan, membuka diri terhadap segala situasi, dan menjalankan fungsi edukasi demokrasi kepada warga.
"Intinya dan hasil akhirnya adalah bagaimana kita bisa diterima oleh masyarakat dan kita mengerti atas keinginan mereka. Itu saja," pungkasnya.(alf)