AWALNYA hanya seratus ribu.
Bintang menyebutnya “iseng”. Katanya hanya ingin mencoba. Katanya cuma untuk mengisi waktu luang. Bulan tidak terlalu memikirkan. Banyak laki-laki bermain game di ponsel, dan ia percaya suaminya tahu batas.
Mini Kidi--
Namun “iseng” yang pertama tidak pernah benar-benar terakhir.
Suatu malam, Bulan melihat Bintang tersenyum sendiri di depan layar. “Menang?” tanyanya ringan.
“Iya, lumayan,” jawab Bintang tanpa mengalihkan pandangan. “Tuh kan, bisa balik modal.”
Kata “balik modal” terdengar seperti logika yang masuk akal. Bulan mengangguk, tak menyadari bahwa kalimat itu akan sering ia dengar setelahnya.
Seminggu kemudian, uang belanja terasa lebih cepat habis. Tagihan listrik belum dibayar. Bintang mulai sering mengunci diri di kamar, matanya lekat pada grafik dan angka-angka yang terus bergerak.
“Ini cuma strategi,” katanya ketika Bulan mulai bertanya. “Kalau ngerti polanya, pasti bisa menang.”
Bulan tidak mengerti pola apa yang dimaksud. Yang ia lihat hanya suaminya yang semakin sulit diajak bicara. Makan malam sering dingin karena Bintang tak mau beranjak dari layar. Anak mereka pernah berkata polos, “Ayah lagi main uang ya?”
Bintang tertawa, tapi tawa itu terasa kosong.
Lama-lama, nominalnya bukan lagi ratusan ribu. Jutaan mengalir tanpa terasa. Setiap kali kalah, Bintang berkata, “Ini hampir menang.” Setiap kali menang sedikit, ia berkata, “Nah kan, tinggal tambah dikit lagi.”
Siklus itu tak pernah selesai.
Suatu malam, Bulan menemukan pesan dari bank tentang pinjaman online. Ia duduk di ruang tamu dengan tangan gemetar. Ketika Bintang pulang, ia tidak marah. Ia hanya meletakkan ponsel di meja.
“Ini apa?” tanyanya pelan.