SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kelurahan Nyamplungan terus memperkuat Kampung Margi sebagai destinasi wisata budaya di kawasan religi Ampel. Kampung yang berada di RT 05 RW 10 itu dikenal dengan arsitektur tempo dulu yang masih terjaga.
Lurah Nyamplungan Estu Sulaksono mengatakan, Kampung Margi memiliki keunikan bangunan kuno yang tetap berdiri kokoh serta tradisi turun-temurun yang masih dirawat hingga kini. Penataan kawasan telah dimulai sejak era Wali Kota Tri Rismaharini dan berlanjut pada masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi.
Mini Kidi--
Salah satu daya tarik utama kampung tersebut adalah tradisi Kirab Haul yang digelar setiap menjelang bulan Ramadan.
“Setiap menjelang puasa, digelar kirab dari Kampung Margi menuju Makam Sunan Ampel. Para habib, keluarga, hingga jemaah pengajian berjalan bersama untuk berziarah,” ujar Estu.
BACA JUGA:Haul Sunan Ampel, Kapolrestabes Surabaya dan Kapolsek Simokerto Pastikan Pengamanan Kondusif
Tradisi kirab tersebut menjadi identitas budaya sekaligus daya tarik wisata religi di kawasan Ampel.
Saat ini, pihak kelurahan tengah menyiapkan pengembangan Kampung Margi dengan menggandeng akademisi untuk merancang desain penataan kawasan.
Selain infrastruktur, penguatan ekonomi warga juga menjadi perhatian melalui pengembangan UMKM lokal, salah satunya potensi kopi khas Arab yang telah lama dikenal di kampung tersebut.
BACA JUGA:Khofifah Ajak Jemaah Teladani Akhlak Sunan Ampel di Haul Agung ke-549
“Pada tahun anggaran 2026, kami memberi ruang bagi generasi muda melalui Karang Taruna untuk menyusun proposal pengembangan UMKM, termasuk kopi khas Arab,” jelas Estu.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi motor promosi dan penggerak ekonomi kreatif di Kampung Margi.
“Kami ingin pemuda dapat mewujudkan kreativitasnya untuk menunjang pariwisata dan perekonomian kampung,” pungkasnya.(Yat)