Ternak ruminansia, pada sapi dan kambing perah. Memiliki peran strategis, dalam penyediaan protein hewani. Melalui produksi susu, serta menjadi sumber pendapatan utama bagi peternak rakyat.
BACA JUGA:FTP UB Fakultas Terbaik Perguruan Tinggi se-Indonesia
Produksi susu, ditentukan pengelolaan nutrisi, khususnya protein. Mengingat protein merupakan komponen pakan dengan biaya tertinggi, berkontribusi terhadap produksi kualitas susu.
"Secara biologis, ternak perah bergantung pada fungsi rumen. Sebagai pabrik biologis, mengonversi pakan berserat menjadi energi dan protein mikroba," jelas Prof Masyhudi.
BACA JUGA:Fakultas Vokasi UB Hadirkan Creanomic 2025 untuk Dorong Kreativitas dan Wirausaha Mahasiswa
Sedangkan Prof Dr Prija Djatmika SH MS dikukuhkan sebagai profesor dalam Bidang Ilmu Hukum Pidana. Akan memberikan pemaparan materi tentang Clear-Asset Model. Pengembalian Aset Tindak Pidana Korupsi yang Berkepastian Hukum.
Mengedepankan pengembalian aset hasil korupsi sebagai inti keadilan. Memformulasikan, pengembalian aset yang sistematis, terpisah dari pemidanaan, serta mengakomodasi perampasan aset.
BACA JUGA:Marching Band UB Borong 13 Juara Ajang Piala Raja Hamengku Buwono X
Tanpa harus menunggu putusan pidana dalam kondisi tertentu, menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
"Keterbatasan model ini, terletak pada ketergantungan terhadap kesiapan regulasi dan kapasitas kelembagaan," jelas Prof Prija.
Sementara itu, Prof Dr rer nat Tri Yudani Mardining Raras MAppSc dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Biokimia Biomolekuler pada FK UB.
BACA JUGA:Universitas Brawijaya Tegaskan UB Forest untuk Pendidikan dan Konservasi
Menurut Prof Tri Yudani, paradigma yang memandang protein rekombinan hanya sebagai "alat uji hipotesis" terlalu sempit. Namun, riset di Indonesia belum memiliki model kerja sistematis yang komprehensif mulai dari desain gen hingga validasi untuk merealisasikan potensi tersebut
"Untuk itu, mengembangkan protein rekombinan, bisa berperan ganda. Baik sebagai agen serodiagnosis, prototype vaksin ataupun protein terapeutik. Menggunakan Ag38 sebagai model protein rekombinan,” jelasnya.
BACA JUGA:Mahasiswi UB Malang Jadikan Cerita Mistis Konten Novel di Sidang Akhir
Prof Dr dr Agustin Iskandar MKes SpPK (K) dikukuhkan dalam bidang Ilmu Patologi, melakukan penelitian penyakit infeksi, yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di negara berkembang.