Profesor Baru UB Rancang Model Pencegahan Hamil Anggur Berbasis Biomedik

Senin 09-02-2026,20:17 WIB
Reporter : Edy Riawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sejumlah profesor baru Universitas Brawijaya memaparkan riset unggulan lintas bidang, mulai pencegahan hamil anggur hingga inovasi hukum, peternakan, dan biomedik, jelang pengukuhan di Malang, Rabu 11 Februari 2026.

BACA JUGA:Perluas Jangkauan Keilmuan, FTP UB Berubah Menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri Biosistem

Prof Dr dr Tatit Nurseta SpOG SubspOnk merancang model preventif Permata Mola, untuk Mola Hidatidosa (MH) atau sering disebut Hamil Anggur. Sebuah komplikasi kehamilan langka yang menghantui perempuan. 


Mini Kidi--

Merupakan kelainan biologis kehamilan, menempatkannya pada spektrum sempit. Antara kondisi jinak dan keganasan, serta menunjukkan insiden dan risiko progresi, menjadi Penyakit Trofoblas Maligna yang bermakna.

BACA JUGA:Dies Natalis Ke-28, FTP UB Wujudkan Smart Green Campus Melalui Inovasi Vertical Garden

Meski sudah banyak pasien yang terselamatkan, tapi kehamilan tersebut berisiko tinggi. Bahkan, bertransformasi menjadi keganasan. Meski telah ditangani dengan tata laksana klinis yang tepat.

Materi tersebut, menjadi tema Prof Dr dr Tatit Nurseta SpOG SubspOnk, profesor dari Fakultas Kedokteran, saat pengukuhan sebagai profesor baru di Universitas Brawijaya (UB).

BACA JUGA:16 Ribu Siswa SLTA Hadiri UB Education Expo di Malang

"Permata Mola, sebuah model pencegahan, berbasis translasi biomedik. Menggabungkan epidemiologi nasional, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi maternal pada kelompok risiko tinggi", terang Tatit, jelang prosesi pengukuhan, yang akan dilaksanakan Rabu 11 Februari mendatang.

BACA JUGA:UB Kirim 55 Relawan dan Logistik Miliaran Rupiah ke Sumatera

Menurut Tatit, hal tersebut, memiliki kekuatan pada orientasi preventif dan kontekstual. Namun terbatas pada cakupan kebutuhan validasi klinis dan integrasi sistem kesehatan. Menekankan intervensi sebelum kehamilan, sebagai tahap kunci menurunkan insiden MH, mencegah transformasinya.

Model Nutrisi Prakonsepsi dan gaya hidup sehat bagi perempuan, perlu diperkuat. Melibatkan bidang kesehatan, pendidikan dan komunitas. Ini penting, memastikan pencegahan tidak hanya pada fase klinis, tetapi juga pada tahap prakonsepsi.

BACA JUGA:International Workshop Bersama UNESCO FIB UB Dorong Budaya Mendunia

Sementara itu, pengukuhan yang sama, juga kepada Prof Dr Ir Mashudi MAgrSc IPM ASEAN Eng. Ia memperkenalkan, Peternakan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP). Merupakan Proteksi Protein dan Asam Amino Berbasis Konden Tanin untuk Peternakan Perah Tropis Berkelanjutan.

Kategori :