Puasa Ramadan dengan Diabetes: Cara Tepat Konsumsi Obat

Senin 09-02-2026,10:48 WIB
Editor : Eko Yudiono

Sedangkan bila anda mengalami kelelahan yang sangat parah, rasa haus berlebihan, sakit kepala, penglihatan kabur, napas beraroma buah, serta sering buang air kecil bisa menjadi tanda kadar gula darah tidak terkendali.

Risiko lain yang perlu dikenali oleh diabetisi yang menjalankan ibadah puasa Ramadan adalah dehidrasi. Tanda yang perlu diperhatikan adalah rasa haus berlebihan, berkurangnya frekuensi buang air kecil, serta mulut, bibir, dan kulit yang terasa kering.

Penyesuaian jadwal minum obat perlu diperhatikan pada diabetisi yang berpuasa.

Obat oral yang diminum dua kali sehari (misalnya metformin) dapat diminum saat sahur dan berbuka. Metformin aman diminum pada waktu biasa, karena tidak menimbulkan risiko gula darah rendah.

Sedangkan obat oral yang diminum sekali sehari (misalnya glimepiride dosis tunggal) biasanya diberikan saat berbuka agar efeknya bekerja sepanjang malam.

Pada penggunaan insulin, dosis dan waktu penyuntikan perlu dikonsultasikan kepada dokter anda. Insulin kerja panjang bisa diberikan saat sahur, sedangkan insulin kerja cepat diberikan menjelang berbuka.

Penggunaan obat diabetes saat puasa Ramadan harus disesuaikan dengan jadwal makan, jenis obat, dan kondisi masing-masing individu.

Konsultasi dengan dokter sangat penting untuk dilakukan sebelum Ramadan untuk mengetahui apakah puasa aman bagi kondisi Anda.

Jika kondisi tidak memungkinkan, Islam memberikan keringanan agar kesehatan tetap menjadi prioritas. 

Kategori :