PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Konflik dua kelompok nelayan memicu pembakaran sekitar belasan kapal di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan setelah perselisihan penggunaan alat tangkap trawl yang bermula di perairan Katingan, Rabu 4 Februari 2026.
Peristiwa pembakaran kapal nelayan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di area pelabuhan yang semula tenang hingga menimbulkan kepanikan warga Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, serta pengunjung di sekitar lokasi.
Mini Kidi--
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut merupakan puncak ketegangan yang terjadi di laut pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Perselisihan diduga dipicu penggunaan alat tangkap jaring trawl atau pukat harimau yang dilarang karena merusak ekosistem laut dan merugikan nelayan tradisional.
BACA JUGA:Dua Pengurus Ponpes di Pasuruan Jadi Tersangka Penganiayaan Santri
Ketegangan di laut berlanjut saat sebuah kapal yang menggunakan jaring trawl ditarik paksa kelompok nelayan lain menuju pesisir Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Sesampainya di lokasi, enam anak buah kapal diperintahkan pulang, namun kapal mereka menjadi sasaran amuk massa dan dibakar di tepi pantai.
BACA JUGA:Vaksinasi Rabies Gratis Hewan Kesayangan Warnai Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-340
Informasi pembakaran kapal milik warga Kelurahan Ngemplakrejo tersebut memicu aksi balasan dengan menyasar kapal milik nelayan Desa Kalirejo yang bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan.
Data sementara menyebutkan sebanyak sebelas kapal milik nelayan Kalirejo hangus terbakar sehingga memperkeruh situasi di lokasi kejadian.
Aparat gabungan dari Polres Pasuruan Kota, Brimob, TNI, dan Satpol PP langsung mengamankan lokasi guna mencegah bentrokan fisik dan meredakan ketegangan antar kelompok nelayan.
BACA JUGA:Melaut di Perairan Sidoarjo Nelayan Pohjentrek Pasuruan Tewas Tersambar Petir
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Pasuruan juga menggelar mediasi darurat di Kantor Kecamatan Panggungrejo hingga larut malam.
"Kita sudah duduk satu meja dengan perwakilan tokoh masyarakat Ngemplakrejo dan Kisik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Alhamdulillah, kesepakatan damai sudah tercapai," kata Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Kamis 5 Februari 2026.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly menegaskan aparat keamanan tetap disiagakan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan dan menjamin keamanan warga.
BACA JUGA:Terpental ke Jalur Berlawanan di Pandaan Pasuruan Pengendara Scoopy Tewas
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Kota Pasuruan dan memastikan permasalahan ini tidak berlarut-larut," tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu, serta bersama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. (kd/mh)