Daewoong Pharmaceutical Ekspansi ke Jatim, Hadirkan Solusi Terapi Kombinasi Dislipidemia Terbaru

Minggu 01-02-2026,16:37 WIB
Reporter : Alif Bintang
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Daewoong Pharmaceutical Indonesia resmi meluncurkan terapi kombinasi dosis tetap untuk pengobatan dislipidemia sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan kardiometabolik di Jawa Timur, Minggu, 1 Februari 2026.


Mini Kidi--

Peluncuran ini melanjutkan kesuksesan sebelumnya di Jakarta dan menyasar wilayah dengan prevalensi diabetes serta risiko penyakit kardiovaskular yang cukup signifikan.

Kegiatan bertajuk “Dyslipidemia Treatment Surabaya Regional Launch Symposium” tersebut digelar di Novotel Surabaya dan diikuti lebih dari 100 tenaga medis dari berbagai daerah di Jawa Timur.

BACA JUGA:Optimalkan Ruang Publik, Pemkot SurabayaTetapkan 14 Titik Panggung Seni

Fokus utama simposium membahas strategi optimal pengelolaan LDL-C melalui terapi kombinasi dua mekanisme, yakni Ezetimibe dan Rosuvastatin.

Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi diabetes nasional mencapai 11,7 persen, melampaui rata-rata global sebesar 10,6 persen, sehingga wilayah Jawa Timur dinilai strategis dalam intervensi kesehatan kardiometabolik.

Endokrinolog RSUD Dr. Soetomo Dr. dr. Soebagijo Adi, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, FACP menekankan pentingnya manajemen kolesterol agresif pada pasien diabetes.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Ambil Alih Dua Proyek Rumah Pompa, Target Operasional Pekan Depan

“Monoterapi statin sering kali menemui jalan buntu dalam mencapai target LDL-C pada pasien diabetes. Oleh karena itu, terapi kombinasi sejak dini yang mampu menghambat sintesis sekaligus absorbsi kolesterol menjadi strategi yang sangat krusial,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua PERKI Surabaya Dr. dr. Suryono, Sp.JP (K), FIHA menyoroti masih banyaknya pasien yang belum mencapai target terapi optimal di lapangan.

BACA JUGA:SPPG Asemrowo Surabaya Dibuka, Ribuan Murid dan 3B Siap Terima Manfaat

“Dalam praktik klinis sehari-hari, pengobatan kerap kali belum optimal atau tidak terkontrol dengan baik. Terapi dislipidemia berbasis kombinasi dosis rendah dari Daewoong akan berperan penting dalam menjawab tantangan kompleks penyakit kardiometabolik,” tuturnya.

Terapi kombinasi ini bekerja secara sinergis, dengan Rosuvastatin menghambat pembentukan kolesterol di hati dan Ezetimibe memblokir penyerapan kolesterol di usus halus.

BACA JUGA:APPSWI Nilai Usaha Perwaletan Nasional Butuh Kepastian Hukum dan Sinergi Lembaga

Kombinasi tersebut terbukti memberikan penurunan LDL-C lebih signifikan dibandingkan monoterapi, dengan profil keamanan yang tetap baik meski menggunakan dosis rendah.

Kepala Divisi Kardiologi RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP (K), FIHA mengungkapkan bahwa 91,5 persen pasien jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C risiko sangat tinggi di bawah 55 mg/dL.

BACA JUGA:Viral Video Bullying Anak, Pemkot Surabaya Gerak Cepat Dampingi Korban hingga Psikiater

“Dalam konteks ini, terapi kombinasi sejak dini dengan efektivitas yang telah terbukti merupakan strategi rasional untuk menjembatani kesenjangan terapi dan secara signifikan meningkatkan prognosis pasien,” katanya.

Daewoong menghadirkan tiga pilihan dosis, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, dengan varian 10/5 mg sebagai dosis rendah pertama yang tersedia di Indonesia.

BACA JUGA:Sinergi Wujudkan Kampung Madani, Owner Pasar Buah Tanjungsari 77 Surabaya Salurkan Sembako

Pilihan dosis tersebut dirancang untuk mendukung pendekatan precision medicine, sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien melalui formulasi satu tablet tunggal.

Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia Baik In Hyun menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung komunitas medis di Jawa Timur.

BACA JUGA:PDIP Surabaya Geber Konsolidasi Marathon, Wajibkan Komposisi 50 Persen Kader Muda untuk Regenerasi

“Peluncuran ini adalah langkah nyata kami dalam menghadirkan solusi berbasis bukti ilmiah bagi tenaga medis di Jawa Timur. Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam pencegahan penyakit kardiovaskular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (bin)

Kategori :