Optimalkan Ruang Publik, Pemkot SurabayaTetapkan 14 Titik Panggung Seni

Minggu 01-02-2026,16:18 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkot Surabaya menetapkan 14 ruang publik sebagai lokasi tampilan seni untuk memberi panggung pasti bagi seniman sekaligus menggenjot ekonomi kreatif dan pariwisata kota.


Mini Kidi--

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025 tentang Penggunaan Ruang Publik di Kota Surabaya untuk Lokasi Tampilan Seni.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Surabaya Heri Purwadi mengatakan kebijakan ini mengubah fungsi ruang publik, tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga wadah ekspresi budaya.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Ambil Alih Dua Proyek Rumah Pompa, Target Operasional Pekan Depan

“Ini menjadi wadah interaksi antara seni, masyarakat, dan pariwisata kota. Ruang publik kita jadikan panggung ekspresi,” ujar Heri.

Ke-14 lokasi yang ditetapkan tersebar di berbagai penjuru kota. Di pusat kota meliputi Taman Surya Balai Kota, Taman Sejarah, Kompleks Balai Pemuda, serta kawasan Tunjungan.

BACA JUGA:Viral Video Bullying Anak, Pemkot Surabaya Gerak Cepat Dampingi Korban hingga Psikiater

Selain itu, titik seni juga berada di Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, Taman Hiburan Pantai Kenjeran, eks Hi-Tech Mall, Taman Harmoni, Taman Cahaya, serta kawasan Kya-Kya Kembang Jepun.

Jenis pertunjukan yang ditampilkan beragam, mulai musik akustik, elektone, angklung, hingga seni tradisi seperti reog dan jaranan.

BACA JUGA:Siaga Bencana di Surabaya Akibat Cuaca Ekstrem, Pemkot Siapkan Robot hingga 97 Armada

Menurut Heri, sejumlah lokasi seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi favorit para seniman karena letaknya strategis di pusat keramaian dan relatif aman dari kendala cuaca.

“Antusiasme seniman sangat tinggi di titik-titik tersebut. Pengunjung ramai, sehingga berdampak langsung pada ekonomi para pengisi acara,” terangnya.

Sementara itu, untuk pertunjukan berskala besar seperti reog dan jaranan, lokasi Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, dan Taman Hiburan Pantai Kenjeran menjadi pilihan utama.

BACA JUGA:Fokus Siswa Swasta, Pemkot Surabaya Kucurkan Bansos Pendidikan Rp 350 Ribu

Ia menambahkan, atraksi seni tersebut menjadi magnet massa dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah melalui retribusi parkir maupun tiket masuk destinasi wisata.

Kendati demikian, Heri mengakui pemanfaatan 14 titik panggung seni tersebut belum sepenuhnya merata dan masih memerlukan penguatan konsep di beberapa lokasi.

“Taman Sejarah baru dimanfaatkan saat momentum Hari Pahlawan 2025. Eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar juga masih membutuhkan koordinasi lanjutan agar konsepnya matang,” paparnya.

BACA JUGA:Gaji Ortu Rp20 Juta Dapat Beasiswa Pemuda Tangguh, Evaluasi Pemkot Surabaya Temukan 70 Persen Salah Sasaran

Disbudporapar memastikan akan terus melakukan evaluasi agar seluruh kantong seni tersebut dapat hidup secara merata.

“Harapannya seniman memiliki banyak pilihan tempat, dan masyarakat semakin mudah menikmati seni di ruang terbuka,” pungkasnya. (alf)

Kategori :