Dinkes Jatim: Gejala Awal Mirip Flu, Virus Nipah Berisiko Sebabkan Radang Otak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono saat menanggapi polemik virus Nipah.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Meski belum ditemukan kasus di Jawa Timur, kewaspadaan terhadap virus Nipah tetap diperlukan. Masyarakat diminta mengenali gejala awal yang kerap menyerupai flu agar deteksi dini dapat dilakukan.

Mini Kidi Wipes.--
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI FINASIM MARS menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini menyusul laporan kasus di India.
Menurutnya, pada tahap awal infeksi virus Nipah sering menimbulkan keluhan yang tidak spesifik seperti demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan sakit tenggorokan.
BACA JUGA:Dinkes Jatim Catat 18 Temuan Super Flu, Pasien Bergejala Ringan
“Gejala awalnya memang tampak seperti sakit flu biasa, sehingga masyarakat perlu lebih waspada terutama bila memiliki riwayat faktor risiko,” ujar Prof Erwin, Selasa 24 Februari 2026.
Prof Erwin menjelaskan, pada sebagian kasus infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan seperti batuk berat dan pneumonia. Dalam kondisi lebih serius, virus dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak.
BACA JUGA:Dinkes Jatim Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural
Gejala keterlibatan saraf antara lain penurunan kesadaran, kebingungan atau disorientasi, kejang, hingga mengantuk berat yang dapat berujung koma.
“Jika sudah muncul gejala neurologis seperti kebingungan atau penurunan kesadaran, itu kondisi gawat dan harus segera dibawa ke IGD rumah sakit,” tegasnya.

Gempur Rokok Illegal--
Kelompok berisiko mengalami gejala berat meliputi lansia, penderita komorbid, tenaga kesehatan, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Dinkes Jatim juga mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala ringan namun memiliki faktor risiko seperti riwayat perjalanan ke wilayah terdampak, kontak dengan kelelawar, konsumsi nira mentah, atau mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Prinsipnya jangan panik, tetapi tetap waspada. Segera periksa jika ada gejala disertai faktor risiko. Deteksi dini sangat penting,” pungkasnya. (Ain)
Sumber:




