JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang terus mengintensifkan upaya penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berbagai langkah dilakukan untuk menekan penyebaran sekaligus mendorong kembali zero kasus di wilayah Kota Santri.
BACA JUGA:Disnak Jombang Gencarkan Vaksinasi Massal, Kasus PMK Terus Bertambah
Mini Kidi--
Kepala Disnak Jombang Moch Saleh mengatakan, Satgas PMK pada hakikatnya setiap hari melakukan pemantauan langsung ke peternak rakyat hingga pusat peredaran hewan ternak, termasuk pasar hewan.
“Antisipasi terus kita lakukan. Pasar-pasar kita semprot disinfektan, ternak dari luar Jombang kita periksa secara intensif dan masif,” ujar Saleh.
Ia menjelaskan, munculnya kembali kasus PMK dipicu cuaca ekstrem serta arus lalu lintas ternak dari pasar-pasar. Sebelumnya, Jombang sempat berada pada kondisi zero kasus.
BACA JUGA:Sempat Mangkir, Mantan Sekda Tulungagung Akhirnya Dilantik Jadi Kepala Disnakertrans
Selain pengawasan, pihaknya juga menggencarkan edukasi dan sosialisasi melalui petugas lapangan. Peternak diminta rutin menjaga kebersihan kandang serta segera melapor apabila menemukan ternak sakit.“Kalau ada yang sakit, langsung lapor. Kita siapkan obat-obatan dan vitamin,” imbuhnya.
Disnak juga menggenjot vaksinasi. Sebanyak 1.540 dosis vaksin telah disebar ke titik-titik rawan, seperti Kecamatan Wonosalam dan wilayah utara Sungai Brantas. Tambahan vaksin dari pemerintah pusat dijadwalkan kembali turun pada Februari mendatang dan akan langsung disalurkan ke masyarakat.
BACA JUGA:Manfaatkan DBHCHT, Disnaker Situbondo Gelar Pelatihan Make Up Artist
Langkah cepat ini dilakukan untuk menjaga populasi hewan ternak tetap aman serta memberi rasa nyaman bagi peternak rakyat.
“Hingga saat ini tidak ada tambahan kasus. Total kemarin 32 kasus, dan ini kita upayakan tidak bertambah lagi. Antisipasi dini terus kita perkuat,” pungkas Saleh. (wan/war)