Satgas Turun ke Sekolah, Data Ribuan Siswa Dikumpulkan Usai Dugaan Keracunan MBG

Jumat 23-01-2026,12:39 WIB
Reporter : Firman Imansyah
Editor : Fatkhul Aziz

“Yang masih sakit silahkan memeriksakan diri ke Puskesmas Beji dan Boyolangu. Kemarin juga ada yang periksa ke rumah sakit dan faskes mandiri, tapi tidak ada yang sampai rawat inap,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, secara umum, kondisi kesehatan siswa saat ini dilaporkan mulai membaik. Hal tersebut diperkuat dengan laporan dari guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.

“Kondisi siswa secara umum sudah membaik. Karena efeknya juga berbeda-beda pada setiap orang,” tambah Sonny.

BACA JUGA:Pasca Keracunan, Dapur Gizi Ngawi Ditutup

Salah satu siswa kelas 2 SMKN 3 Boyolangu, Bima, mengaku turut mengonsumsi menu MBG pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, keluhan baru dirasakannya pada malam hari.

“Saya makan MBG jam sepuluh pagi, terus sekitar jam sepuluh malam perut mulai terasa mules,” ungkap Bima saat ditemui Memorandum.

Meski merasakan mulas, Bima mengaku tidak sampai mengalami diare maupun muntah.

BACA JUGA:87 Siswa Ngawi Diduga Keracunan Massal, Dua Anak Masih Jalani Perawatan

“Kalau saya tidak sampai diare, cuma mules-mules saja, dan juga tidak muntah,” katanya.

Bima menyebut, salah satu menu yang menurutnya terasa berbeda dari biasanya adalah ayam goreng yang disajikan saat itu.

“Ayamnya rasanya agak beda dari biasanya, tidak seperti ayam goreng normal. Tapi waktu itu tetap saya makan sampai habis,” tuturnya.

BACA JUGA:16 Siswa dan 2 Guru MTs Al Khalifah Dirawat di RSUD Kanjuruhan Diduga Keracunan MBG

Sesuai informasi dari Satgas Percepatan MBG, hasil lengkap dari penelitian epidemiologi ini diperkirakan baru bisa direkap dalam waktu 3 hingga 4 hari ke depan. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu pendukung hasil uji laboratorium sampel makanan yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan.(fir/fai)

Kategori :