TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pascadugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa pelajar SMKN 3 Boyolangu, Satgas Percepatan MBG Kabupaten Tulungagung terus melakukan langkah lanjutan.
Tak hanya menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan, Satgas juga melakukan penelitian epidemiologi (PE) dengan mengumpulkan data langsung dari siswa dan guru.
BACA JUGA:Ratusan Pelajar SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Diare Usai Santap MBG, SPPG Diminta Stop Sementara
Mini Kidi--
Kegiatan PE tersebut dilakukan pasca dugaan keracunan terjadi, dengan melibatkan Satgas Percepatan MBG yang terdiri dari banyak OPD, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Puskesmas Boyolangu dan Puskesmas Beji.
Petugas turun langsung ke sekolah untuk mendata kondisi kesehatan para siswa. Pemeriksaan dilakukan dengan mengajak siswa-siswi untuk mengisi google document yang hasilnya bisa langsung direkap.
BACA JUGA:Puluhan Siswa SMPN 1 Boyolangu Keracunan Usai Santap Menu MBG, Dua Dirujuk ke RS
Wakil Kepala Satgas Percepatan MBG Kabupaten Tulungagung, Sonny Welly Ahmadi, mengatakan survei epidemiologi ini bertujuan untuk menganalisa keluhan yang dialami siswa sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya siswa yang masih mengalami gangguan kesehatan.
“Kami dari Satgas MBG Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan, serta Puskesmas Boyolangu dan Beji melakukan survei epidemiologi. Kami menganalisa keluhan dan mencari anak-anak yang masih ada keluhan,” terang Sonny dikonfirmasi, Jumat (23/2).
Dalam pelaksanaannya, pendataan dilakukan dengan metode pengisian kuisioner melalui google document dan tanya jawab langsung kepada siswa terkait keluhan yang dirasakan pasca mengonsumsi MBG.
BACA JUGA:Korban Keracunan MBG di Mojokerto Pulih, Wagub Emil: Operasional SPPG Ditangguhkan
“Dengan barcode, kami tanya langsung ke anak-anak apa saja keluhannya. Harapannya, dari survei ini kami bisa mendata kejadian kemarin secara lebih detail dan meminimalisir kejadian serupa,” ujarnya.
Sonny menjelaskan, seluruh siswa di sekolah tersebut menjadi sasaran PE. Bahkan siswa-siswi yang tidak masuk sekolah, tetap akan diminta mengisi kuisioner.
Bagi siswa yang masih mengalami keluhan, Satgas meminta agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
BACA JUGA:Keracunan Massal MBG 'Nasi Goreng': Pemkab Madiun Tunggu Hasil Uji Lab