Menurutnya, Bupati Pasuruan menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait kesemrawutan pasar, termasuk penataan pedagang durian.
“Cheng Hoo ini ikon kebanggaan Pasuruan. Pimpinan ingin kawasan ini benar-benar rapi dan disiplin. Jika pasar bersih dan nyaman, wisatawan betah dan produk UKM akan laris,” tegas Ghony.
BACA JUGA:Pemkab Pasuruan Normalisasi 20 Titik Sungai
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa pedagang belum ditarik retribusi selama tiga bulan terakhir. Ghony mengapresiasi kejujuran pedagang yang justru menanyakan kewajiban tersebut.
“Ini menunjukkan kesadaran pedagang sangat tinggi. Retribusi memang untuk PAD, namun sementara belum ditarik karena aturan baru masih dalam proses,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemkab dan Pemkot Pasuruan Teken Petisi Kesepakatan Damai
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, berjanji segera menindaklanjuti keluhan terkait lampu penerangan dan parkir yang semrawut.
“Jika ada lampu mati atau kendala di lapangan, segera lapor ke kami. Kami punya kanal pengaduan dan akan langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
BACA JUGA:DPRD dan Pemkab Pasuruan Percepat Pembahasan 32 Raperda dalam Propemperda 2026
Melalui dialog ini, Pemkab Pasuruan berharap tercipta solusi yang adil bagi pedagang di dalam maupun di luar pasar, sehingga roda perekonomian daerah terus bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (kd/mh)