PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dua rumah warga di Dusun Pintrang Desa Gambiran Kecamatan Prigen rusak akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras disertai angin kencang selama lebih dari empat jam, Senin 19 Januari 2026.
Dua rumah yang terdampak longsor tersebut masing-masing milik Fitria dan Suparno, dengan tingkat kerusakan cukup parah akibat tertimbun material tanah dari tebing di sekitar permukiman.
Mini Kidi--
Berdasarkan data yang dihimpun, rumah milik Fitria mengalami kerusakan paling berat pada bagian belakang setelah area dapur ambrol tertimbun longsoran tanah.
Sementara itu, rumah milik Suparno mengalami kerusakan pada dinding ruang tamu akibat hantaman material tanah dari tebing di dekat huniannya.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, 8 Kecamatan di Pasuruan Masuk Zona Merah Longsor
Kapolsek Prigen AKP Mulyono membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta membantu evakuasi material longsor.
“Kami juga langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menangani kabel listrik yang terdampak agar tidak muncul potensi bahaya baru bagi warga di sekitar lokasi,” ujar AKP Mulyono, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menambahkan, meski kerusakan bangunan tergolong signifikan, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BACA JUGA:Polres Pasuruan Salurkan Bantuan kepada Keluarga Korban Longsor Tlogosari
Namun demikian, kerugian materiil yang dialami kedua pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 15 juta. “Petugas gabungan dari kepolisian, perangkat desa, dan Babinsa masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan,” imbuhnya.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan juga mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik kedaruratan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menyampaikan, Tim Reaksi Cepat telah diterjunkan guna memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat terpenuhi.
BACA JUGA:Warga dan Seekor Sapi Tertimbun Longsor di Nongkojajar Pasuruan
“Kami sudah menurunkan tim TRC untuk melakukan asesmen menyeluruh sekaligus memberikan bantuan logistik kedaruratan bagi keluarga terdampak,” terang Sugeng.
BPBD mengingatkan wilayah Prigen termasuk zona rawan bencana saat puncak musim hujan sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengungsi sementara jika berada di titik rawan.
Koordinasi lintas pihak, mulai Forkopimka, relawan, hingga Karang Taruna terus diperkuat guna mempercepat penanganan pascabencana dan meminimalkan risiko lanjutan. (kd/mh)