Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat Tionghoa di Indonesia hingga Sekarang
-Ilustrasi ( sumber foto: pexels)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pernahkah Anda melihat rumah-rumah yang mendadak ramai dibersihkan, lampion merah tergantung di teras, dan aroma kue khas mulai tercium? Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana tersebut kembali terasa di berbagai lingkungan masyarakat Tionghoa.

Mini Kidi--
Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi menjadi momen penting untuk merawat nilai kebersamaan, harapan, keberuntungan, serta penghormatan terhadap keluarga. Sejumlah tradisi pun masih hidup dan terus dijalankan hingga sekarang.
Tradisi Bersih-Bersih Rumah
Menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa melakukan tradisi membersihkan rumah secara menyeluruh. Tradisi ini melambangkan upaya membuang kesialan dan energi buruk dari tahun sebelumnya.
Rumah yang bersih dipercaya akan menjadi awal yang baik untuk menyambut keberuntungan di tahun yang baru. Namun, kegiatan bersih-bersih ini biasanya tidak dilakukan tepat pada hari Imlek. Hal tersebut diyakini dapat “menyapu” keberuntungan yang baru datang.
Tradisi Sembahyang Leluhur
Sembahyang leluhur menjadi tradisi penting dalam rangkaian perayaan Imlek. Keluarga menyiapkan altar sembahyang dengan lilin, dupa, serta berbagai persembahan makanan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa agar keluarga diberi keselamatan dan kelancaran sepanjang tahun.
Hingga kini, tradisi sembahyang masih rutin dilakukan baik di rumah maupun di klenteng.
Tradisi Menyajikan Kue Keranjang
Sumber:




