“Tantangan berikutnya adalah pasca panen. Kita butuh alat panen yang sesuai dengan karakter sawah Bangkalan yang relatif kecil, serta fasilitas pengering gabah (dryer) agar kualitas beras tetap terjaga, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bangkalan tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan dan pengeringan berstandar baik agar gabah hasil panen petani tidak keluar daerah, melainkan dikonsumsi oleh masyarakat Bangkalan sendiri.
“Kalau ingin memajukan Bangkalan, maka yang harus diperhatikan adalah petaninya. Karena petani menghajatkan hidup orang banyak,” tegasnya. Dijelaskan, 12 unit traktor roda empat tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Relita ini terwujud berkat hasil dari komunikasi intensif dan kunjungan kerja Bupati Bangkalan ke pemerintah pusat. Ke depan, bantuan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (ras).