MEMORANDUM.DISWAY.ID-Final Piala Afrika harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah laga berakhir imbang tanpa gol dalam situasi yang penuh ketegangan.
Kekacauan terjadi ketika tuan rumah Maroko mendapatkan hadiah penalti di masa tambahan waktu, yang memicu protes keras dari para pemain Senegal hingga mereka sempat meninggalkan lapangan.
Meski diwarnai insiden, Senegal akhirnya keluar sebagai juara usai menang 1-0 pada babak perpanjangan waktu. Hasil ini mengantarkan Senegal meraih gelar Piala Afrika kedua mereka, sekaligus yang kedua dalam kurun lima tahun setelah sukses pada edisi 2021.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, terlihat memimpin para pemainnya keluar lapangan pada Minggu malam, di tengah sorakan dan siulan suporter Maroko.
Keputusan VAR wasit Jean-Jacques Ndala yang menghadiahkan penalti kepada Maroko di menit akhir memicu perdebatan sengit antarpemain dan ofisial kedua tim.
BACA JUGA:CSA Allstar Imbangi WTT Tenaru, Kekompakan Jadi Fondasi Tim Asal Menganti Ini Tetap Solid
Mini Kidi--
Pertandingan sempat tertunda selama sekitar 14 menit sebelum akhirnya dilanjutkan. Sadio Mané disebut berperan penting menenangkan rekan-rekannya dan meyakinkan tim untuk kembali ke lapangan.
Momen krusial datang saat kiper Senegal, Édouard Mendy, berhasil menggagalkan eksekusi penalti Brahim Díaz. Penalti tersebut dieksekusi dengan kurang meyakinkan dan mudah diamankan Mendy, sehingga skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir.
Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga meluas ke tribun penonton. Aparat keamanan dan polisi antihuru-hara harus turun tangan untuk mengendalikan situasi dan menjaga pertandingan tetap berjalan.
Memasuki babak perpanjangan waktu, Senegal tampil lebih efektif. Beberapa menit di paruh pertama extra time, Pape Gueye mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi pembeda dan memastikan kemenangan Senegal hingga laga usai.
Dengan hasil ini, Senegal kembali menegaskan dominasinya di sepak bola Afrika, sementara final Piala Afrika kali ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling penuh drama dan kontroversi.