Pendaftaran Mitra Jagal RPH TOW Masuki Tahap Teknis

Minggu 11-01-2026,12:54 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan fasilitas pemotongan hewan yang modern dan higienis terus menunjukkan progres signifikan. 

Saat ini, proses pendaftaran Mitra Jagal Sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Unit Tambak Osowilangun (TOW) resmi memasuki tahap teknis setelah melewati masa pendaftaran gelombang pertama.

BACA JUGA:Permintaan Daging Sapi Naik 5 Persen saat Nataru, RPH Surabaya Jamin Stok Aman


Mini Kidi--

Antusiasme masyarakat, khususnya para pelaku usaha jagal, terlihat sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan intensitas koordinasi calon mitra dengan pihak RPH terkait prosedur operasional.

Kepala Bagian Pemotongan RPH Surabaya sekaligus Koordinator Pendaftaran, Nowo Siswo Yuworo, mengungkapkan bahwa pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 11 Januari. Segera setelah itu, fokus utama beralih pada penataan teknis di lapangan.

BACA JUGA:Jagal dan Pedagang Daging Surabaya Geruduk DPRD Tolak Relokasi RPH

“Setelah pendaftaran tahap pertama ditutup, para Mitra Jagal akan kami fasilitasi untuk memilih kandang penampungan sapi sekaligus lokasi pencacahan. Proses ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Januari 2026,” terangnya. 

RPH Unit TOW berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi, fasilitas ini dirancang untuk memastikan setiap proses produksi memenuhi standar sanitasi yang ketat. RPH TOW ini mampu menampung 150 ekor sapi BX dan 80 ekor sapProduks dengan kaasitas produksi hingga 150 ekor sapi per hari.

Di sana juga tersedia alat pendukung sebanyak 28 unit handrail dan 28 unit meja cacah untuk mempercepat alur kerja. RPH ini dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif guna menjaga ekosistem sekitar.

BACA JUGA:Komentar Panas Mohamed Salah Dikecam Murphy dan Owen

Menjelang operasional penuh, RPH Surabaya juga melakukan langkah preventif dengan melakukan pembersihan menyeluruh di area bangunan. 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Surabaya serta Satgas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

“Ini merupakan kesempatan bagi para jagal lama maupun calon jagal baru untuk beroperasi di fasilitas yang lebih tertata dan higienis. Kami ingin memastikan transisi dari wilayah lama, seperti Pegirian atau Kedurus, ke TOW berjalan lancar,” tambah Nowo.

BACA JUGA:Band Metamorphosis Tampil Memukau di Surabaya Fashion Festival 2025

Kategori :