Diketahui, terdapat kendala teknis di lapangan lantaran kondisi tanah di lokasi penggalian yang labil dan terus mengalami longsoran. Hal itu menyulitkan petugas teknis untuk mencapai titik kebocoran pipa secara aman.
Keterlambatan penanganan ini memicu keluhan luas masyarakat. Ribuan rumah tangga di Kecamatan Manyar dan sekitarnya terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air tangki guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami terus melakukan percepatan perbaikan di titik Jalan Raya Daendels agar distribusi air ke kawasan industri dan pemukiman dapat segera normal,” tandasnya. (rez)