“Aku tahu aku tak akan bisa kembali jadi sosok sempurna di matamu,” ujar Bintang pelan. “Tapi aku ingin jadi versi terbaikku, walau dimulai dari puing-puing.”
Bulan tersenyum kecil. “Aku tidak butuh sempurna. Aku hanya butuh kamu jadi lelaki yang jujur. Kalau nanti kita gagal juga… setidaknya kita sudah jujur memperjuangkan.”
Di akhir cerita ini, bukan soal apakah mereka bertahan atau berpisah. Tapi soal bagaimana mereka belajar bahwa cinta tak bisa hidup dari kebohongan dan pengkhianatan. Bahwa godaan selalu ada, tapi tanggung jawab dan kejujuran adalah kunci.