DPRD Surabaya Desak Pemkot Tuntaskan Verifikasi 239.277 KK Program DTSEN
Rapat koordinasi DPRD Surabaya dengan Pemkot Surabaya membahas verifikasi data DTSEN.-Arif Alfiansyah-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - DPRD Surabaya mendesak Pemkot Surabaya menuntaskan verifikasi 239.277 kepala keluarga dalam Program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional yang berstatus tidak ditemukan, Rabu 14 Januari 2026.
BACA JUGA:Libatkan ASN/PPPK dan KSH, Wali Kota Surabaya Targetkan Data DTSEN Tuntas Oktober
Status Kota Pahlawan sebagai pilot project nasional Program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini menjadi pertaruhan besar. Meski mendapat apresiasi luas, pekerjaan rumah besar masih mengganjal dengan masih adanya ratusan ribu data belum tervalidasi.

Mini Kidi--
Kondisi tersebut memicu atensi serius DPRD Kota Surabaya. Dalam rapat kerja Komisi A di Gedung Yos Sudarso, DPRD meminta Pemkot Surabaya segera melakukan intervensi lintas sektor agar data tersebut tidak menjadi penghambat akurasi kebijakan nasional.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai surveyor DTSEN di lapangan.
BACA JUGA:Aplikasi Belum Siap, Pelaksanaan Survey DTSEN di Surabaya Tertunda
“DPRD sangat mengapresiasi kinerja ASN sebagai surveyor DTSEN. Ini kerja lapangan yang melelahkan dan penuh tantangan. Ketelitian mereka sangat diuji,” ujarnya.
Namun, politikus Gerindra tersebut menegaskan bahwa status tidak ditemukan bukan disebabkan kelalaian petugas, melainkan tingginya dinamika mobilitas warga Surabaya.
“Definisi tidak ditemukan ini harus dipahami secara utuh. Artinya warga sudah dikunjungi lebih dari dua kali oleh surveyor, tetapi tidak dapat ditemui di alamat sesuai data. Selain itu, ada juga warga yang sudah pindah atau bermigrasi ke kecamatan lain di Surabaya maupun ke luar kota,” jelasnya.
BACA JUGA:Penugasan Surveyor DTSEN Dikeluhkan ASN Dispendik Surabaya, Pemkot Janji Evaluasi Lokasi
Urgensi penyelesaian data kian mendesak karena Pemkot Surabaya telah meneken nota kesepahaman dengan Badan Pusat Statistik Nasional untuk menjadikan Surabaya sebagai daerah percontohan nasional DTSEN.
Selain itu, langkah Surabaya mendapat dukungan Gubernur Jawa Timur agar DTSEN dapat direplikasi di 37 kabupaten/kota se-Jatim dengan Surabaya sebagai pemicunya.
“Karena Surabaya menjadi contoh nasional, penyelesaian data ini tidak boleh berlarut-larut. Jangan sampai daerah lain justru lebih cepat tuntas daripada kita,” tegas Yona.
Sumber:

