Longsor Terjang Gunung Malang Bawean, BPBD Gresik Soroti Maraknya Penebangan Pohon

Kamis 08-01-2026,16:19 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Ferry Ardi Setiawan

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Longsor menerjang Jalan Kuduk-kuduk sebagai akses menuju Gunung Malang di Pulau Bawean, tepatnya Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, akibat hujan berintensitas tinggi, Rabu 7 Januari 2026.

BACA JUGA:Area Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Longsor, Jalur Terputus

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan menyebabkan struktur tanah di kawasan dataran tinggi Bawean melemah.


Mini Kidi--

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmiko Herlambang, menyampaikan bahwa hujan deras yang berlangsung lama menjadi pemicu utama terjadinya longsor, sementara kondisi tanah di lokasi masih tergolong labil.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam waktu lama menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya terjadi longsor. Saat ini kondisi tanah di lokasi masih labil,” kata Driatmiko Herlambang, Kamis 8 Januari 2026.

BACA JUGA:Dilanda Hujan Lebat, Longsor Timpa Rumah Warga di Pulau Bawean

Ia menjelaskan, panjang longsoran mencapai 25 meter dengan tinggi material runtuhan sekitar 3 meter, sehingga material tanah menutup sebagian badan jalan dan mengganggu akses utama menuju kawasan Gunung Malang.

BACA JUGA:Pemkot Malang Salurkan Bantuan Mahasiswa Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor

Untuk mencegah longsor susulan, BPBD Gresik merekomendasikan pemasangan dinding penahan tanah berupa talud atau bronjong, penanaman vegetasi berakar kuat, serta perbaikan dan penguatan struktur jalan yang dilengkapi sistem drainase.

BACA JUGA:Awal Tahun 2026, Warga Situbondo Dihantui Bencana Tanah Longsor

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, BPBD Gresik menyoroti maraknya aktivitas penebangan pohon di wilayah itu yang dinilai turut berperan memicu terjadinya longsor.

"Perlu ada sosialisasi juga untuk menekan penebangan pohon di wilayah hutan. Hampir setiap penyeberangan Bawean-Paciran selalu ada muatan pohon," tuturnya.

BACA JUGA:Respon Cepat Polisi Ngawi Tangani Bahu Jalan yang Longsor di Kendal

Sementara itu, pada pertengahan Desember 2025, longsor juga terjadi di area permukiman Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, dengan penyebab serupa, yakni tingginya curah hujan dan peralihan hutan alami menjadi tanaman sengon. (rez)

Kategori :