Hari Raya Idulfitri 1447 H

Dahlan Iskan: Advokat dan Wartawan Perlu Dialog Terbuka Soal Etika Profesi

Dahlan Iskan: Advokat dan Wartawan Perlu Dialog Terbuka Soal Etika Profesi

Dahlan Iskan menghadiri diskusi advokat dan jurnalis hukum dalam acara buka puasa di Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong adanya dialog terbuka antara advokat dan wartawan untuk membahas persoalan etika profesi yang kerap menjadi sorotan publik, Senin 16 Maret 2026.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam forum diskusi yang mempertemukan advokat dan jurnalis hukum di Graha Mahameru Surabaya.


Mini Kidi Wipes.--

Menurut Dahlan, kedua profesi tersebut memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat, namun keduanya juga tidak lepas dari kritik.

Karena itu, Dahlan menilai penting adanya ruang diskusi yang jujur dan terbuka agar masing-masing profesi dapat melakukan refleksi diri.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Menang Gugatan Lawan Jawapos, Akta Jual Beli Saham Radar Bogor Dibatalkan

“Sekali-sekali advokat dan wartawan perlu duduk bersama. Dialog buka-bukaan saja, siapa di antara dua profesi ini yang paling banyak kritiknya dari masyarakat,” tutur Dahlan Iskan.

Dahlan menegaskan sebuah pekerjaan dapat disebut sebagai profesi apabila memiliki dan menjalankan kode etik secara konsisten.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Bersama Jemaah Bakkah Travel Ziarah Makam Rasulullah dan Baqi

Tanpa ketaatan terhadap kode etik, menurutnya sebuah profesi akan kehilangan kepercayaan publik.

“Pekerjaan disebut profesi apabila memiliki kode etik. Pertanyaannya sekarang, siapa yang paling taat dan siapa yang paling sering melanggar etik di profesinya masing-masing,” katanya.

Dalam pandangan Dahlan, tidak ada profesi yang benar-benar sempurna.


Gempur Rokok Ilegal.--

Namun Dahlan menilai beberapa profesi masih relatif menjaga standar etik, salah satunya profesi dokter.

“Yang relatif masih dianggap paling murni oleh masyarakat mungkin dokter. Tapi tentu tidak seratus persen juga. Semua profesi tetap memiliki tantangannya,” ujarnya.

Dahlan juga menyebut profesi lain seperti notaris, hakim, hingga aparat penegak hukum juga berada dalam sorotan publik terkait integritas dan ketaatan terhadap kode etik.

BACA JUGA:Manasik di Bass Mansion, Bakkah Travel Siap Berangkatkan Jemaah Umrah Bareng Dahlan Iskan dan Dirut Memorandum

Menurut Dahlan, diskusi lintas profesi penting dilakukan agar setiap pihak dapat melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang terpenting bukan mencari siapa yang paling buruk, tetapi bagaimana semua profesi bisa terus memperbaiki diri dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (jak)

Sumber:

Berita Terkait