"Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemprov Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," ucap Khofifah.
BACA JUGA:Ekonomi Tumbuh, Transportasi Terkoneksi: Dua Penghargaan Bergengsi Mendarat untuk Khofifah
Selain surveilans rutin, Dinas Kesehatan Jatim juga melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI, pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), serta pelaporan berbasis data melalui aplikasi NAR.
Pembaruan pengetahuan tenaga kesehatan terkait penanganan ISPA juga terus dilakukan agar layanan tetap responsif.
Di sisi masyarakat, edukasi kesehatan terus digencarkan. Gubernur Khofifah mengimbau warga disiplin menerapkan etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penggunaan masker terutama di ruang tertutup dan kerumunan.
Vaksin influenza juga dianjurkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.
"Ke depan, kami akan menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan ISPA sebagai langkah pencegahan. Harapannya, kewaspadaan meningkat tanpa menimbulkan kepanikan," pungkas Khofifah. (Ain)