selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Hadapi 24,90 Juta Pemudik ke Jatim, Fraksi PDIP Minta Dokter dan Perawat Siaga di Titik Strategis

Hadapi 24,90 Juta Pemudik ke Jatim, Fraksi PDIP Minta Dokter dan Perawat Siaga di Titik Strategis

Hari Yulianto--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Jatim untuk menyiagakan dokter dan perawat di berbagai titik strategis selama arus mudik Lebaran

Langkah tersebut dinilai penting, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Timur. 

BACA JUGA:Mudik 2026: Volume Kendaraan di Tol JNK Diprediksi Naik 3 Persen


Mini Kidi Wipes.--

Diperkirakan sebanyak 24,90 juta orang pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur. “Setiap musim mudik Lebaran selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan, mulai dari kelelahan, kecelakaan lalu lintas, hingga kondisi medis darurat lainnya,” jelaskan Hari.


Gempur Rokok Ilegal.--

Karena itu, Dinas Kesehatan diminta memastikan kesiapan tenaga medis di posko-posko pelayanan kesehatan, khususnya di jalur utama mudik, terminal, stasiun, pelabuhan, serta rest area.

“Kami meminta Dinas Kesehatan menyiapkan dokter dan perawat yang siaga selama arus mudik dan balik Lebaran. Ini penting agar masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” ujarnya.

BACA JUGA:Kondisi Jalan Nasional Lumajang-Turen di Sukodono Membahayakan Pengendara Jelang Mudik

Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim ini, keberadaan tenaga medis di lapangan akan sangat membantu pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Apalagi Jawa Timur menjadi salah satu daerah tujuan maupun lintasan utama pemudik dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Selain menyiagakan tenaga medis, kata Hari, DPRD juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pendukung seperti ambulans, obat-obatan, serta posko kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. “Pelayanan kesehatan harus benar-benar siap, terutama di titik-titik yang menjadi jalur padat pemudik. Jangan sampai ketika terjadi kondisi darurat justru tenaga medis tidak tersedia,” tegasnya.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Ribuan Santri Tebuireng Jombang Mudik Bareng ke Berbagai Daerah

Fraksi PDI Perjuangan pun berharap koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta instansi terkait dapat diperkuat sehingga pelayanan kesehatan selama masa mudik Lebaran dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama pemudik nasional pada Lebaran tahun ini. Diperkirakan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur. (day)

Sumber: