Untuk langkah preventif, Fraksi PDIP DPRD Jatim mendorong optimalisasi pencegahan berbasis komunitas. Puskesmas, kader kesehatan, hingga Posyandu diminta aktif melakukan pemantauan gejala flu di masyarakat. Terutama di sekolah, pesantren, dan fasilitas publik padat.
“Deteksi di tingkat paling bawah penting. Kalau sudah berat baru ke rumah sakit, itu terlambat,” katanya.
Ia juga menekankan kesiapan alat pelindung diri (APD), logistik medis dasar, serta prosedur standar penanganan kasus flu berat di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Termasuk kesiapan laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan.
BACA JUGA:Rapat Pansus BUMD DPRD Jatim Panas, Masalah PT JGU Dibahas Berulang Seperti Kaset Rusak
Sementara dari sisi kuratif, Wara Sundai Renny menegaskan layanan kesehatan harus siap merespons cepat kasus bergejala berat. Rumah sakit rujukan perlu menyiapkan protokol penanganan influenza berat agar tidak mengganggu layanan pasien lain.
“Penanganan medis harus cepat, terukur, dan tidak tumpang tindih. Pengalaman Covid jangan diulang,” tegasnya.
Bunda Wara juga menyoroti pentingnya penguatan surveillance dan deteksi dini. Ia meminta Dinkes memperkuat pemantauan di puskesmas, rumah sakit rujukan, dan laboratorium kesehatan daerah.
BACA JUGA:DPRD Jatim Beri Catatan Kritis Perbaikan Jalan Rawan Longsor
“Pelaporan kasus ILI dan SARI harus cepat. Jangan menunggu parah,” katanya.
Bendahara DPD PDIP Jatim ini mengingatkan, lonjakan pasien flu berat bisa melumpuhkan layanan kesehatan umum. Karena itu, manajemen fasilitas kesehatan harus disiapkan sejak awal.
“RS perlu buffer kapasitas. Alur pasien flu dan non-flu harus dipisah,” ujarnya.
Tak kalah penting, komunikasi publik. Menurut bunda Wara, kepanikan bisa lebih berbahaya dari virus itu sendiri.
“Satu pintu informasi. Jangan simpang siur. Publik harus tenang, tapi siaga,” katanya.
Dirinya juga menekankan perlunya pula perlindungan kelompok rentan. Lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta harus menjadi prioritas.
“Puskesmas harus aktif memantau. Edukasi keluarga juga penting,” tambahnya.