DPRD Jatim Minta Masyarakat Waspadai Ancaman Super Flu

Senin 05-01-2026,13:31 WIB
Reporter : Rakhmat Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

Selain itu lanjutnya, penanganan super flu tidak bisa hanya dibebankan ke sektor kesehatan. Perlu koordinasi lintas sektor.

BACA JUGA:DPRD Jatim Akan Temui Imam Utomo dan Soekarwo Terkait Polemik RS Pura Raharja

“Dishub, Dinas Pendidikan, BPBD, hingga Kominfo harus dilibatkan. Respons harus cepat dan terkoordinasi,” tandasnya.

Dirinya juga meminta Pemprov Jatim menyiapkan skenario terburuk. Mulai dari penyesuaian kegiatan massal, pengaturan kerja fleksibel ASN, hingga perlindungan layanan publik esensial.

“Super flu adalah ancaman nyata. Kuncinya satu: cepat mendeteksi, tepat berkomunikasi, dan konsisten melindungi masyarakat,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kediri.

BACA JUGA:Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan BPBD Jatim Waspada Bencana Jelang Akhir Tahun

Sementara itu Juru bicara Kemenkes RI, Widyawati, menjelaskan data tersebut berasal dari pemantauan terhadap kasus super flu atau infeksi influenza A (H3N2) subclade K ini twrus dilakukan.

Dari temuan yang ada, kata Widyawati, karakteristik pasien, mayoritas kasus ditemukan pada perempuan dengan proporsi sekitar 64 persen. Kelompok anak usia 1 hingga 10 tahun juga menjadi kelompok paling terdampak, menyumbang sekitar 35 persen dari total kasus. 

Kondisi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih, terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Jawa Timur, serta penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini di kelompok rentan. (day)

Kategori :