Suka Sesama Jenis Bukan Gangguan Mental atau Jiwa

Senin 20-10-2025,09:00 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Muhammad Ridho

Riza menegaskan, peran orangtua dan diri sendiri itu sangat penting supaya tidak terjerumus ke orientasi seksual menyimpang tersebut. Mereka harus lebih waspada dalam membangun kesadaran penuh.

"Bawalah anak kita atau diri kita kepada yang profesional, ke psikolog atau psikiater untuk dilakukan intervensi psikologi," paparnya.

BACA JUGA:Cegah Penyakit Menular, Pemkot Pasuruan Komitmen Tangani 467 Kasus HIV dan Tekan Angka DBD

Bagi orangtua juga harus lebih peka dan terbuka dengan kondisi anaknya. Hal yang paling penting dan mendasar adalah pengasuhan sejak dini. Di beberapa kasus lain, dia pernah menemukan anak SD ternyata orientasi seksualnya sudah sesama jenis. 

"Ketika kita lihat di latarbelakang keluarganya, ternyata keluarganya over protektif tentang hubungan lawan jenis," sebutnya.

Laki-laki harus berteman dengan laki-laki. Begitu juga perempuan yang harus berteman dengan perempuan. Itu sebuah pemikiran yang salah. Terlihat sederhana. Namun bila sudah terpatri dalam otak bisa sangat berbahaya.

"Itu akan disimpan dalam otak anak kita. Anak bakal punya pikiran kalau gaboleh berteman dengan perempuan ya mainnya sama laki-laki. Namanya main kan macam-macam," urainya.

BACA JUGA:4 PSK di Madiun Positif Terinfeksi HIV/AIDS

Sehingga, para orangtua wajib mengenalkan pada anak bahwa ada perbedaan. Ada laki ada perempuan. Tidak membatasi pertemanan berdasar gender laki atau perempuan.

"Yang perlu kita sampaikan pada anak kita sejak dini adalah tentang apa yang tidak boleh dilakukan, batasan-batasan yang harus dipahami dalam pertemanan," cetusnya.

Misalnya, kalau anak perempuan itu tidak boleh dicium laki-laki, diraba tubuhnya. Begitu juga dengan perempuan. Mereka wajib mengetahui batasan tersebut.

"Dan kita harus mengajari anak kita bahwa bagian tubuh sensitif itu tidak boleh dijadikan bahan guyonan. Ketika remaja, dimana mereka secara hormon akan memasuki fase jatuh cinta. Disitu peran orang tua masuk. Kita gaboleh melarang dia jatuh cinta. Padahal itu kan bawaan," pungkasnya.

Kategori :