MALANG, MEMORANDUM.CO.ID - Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah tangkapan air Wilayah Sungai Brantas. OMC dilakukan intuk menjaga ketahanan air di saat curah hujan masih rendah dan ketersediaan air di bendungan semakin berkurang.
Secara teknis, pelaksanaan OMC dilakukan dengan menyemai awan menggunakan bahan semai bubuk NaCl. Tujuannya, mempercepat proses kejenuhan awan, sehingga terjadi hujan di wilayah target daerah tangkapan air.
"Kami berupaya meningkatkan curah hujan di wilayah tangkapan air waduk. Agar dapat menambah pasokan air secara alami dan menjaga keberlanjutan fungsi waduk. Kami menargetkan hujan di atas Bendungan Sutami (Karangkates Kab Malang)," kata Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat saat dikonfirmasi, Kamis 16 Oktober 2025
BACA JUGA:PJT I Tegaskan Komitmen Pertahanan Predikat Badan Publik Informatif
Mini Kidi--
Waduk Sutami, salah satu prasarana sumber daya air utama di Wilayah Sungai Brantas. Memiliki peran strategis dalam penyediaan air baku, kebutuhan rumah tangga, irigasi pertanian, air minum serta sebagai sumber energi listrik melalui PLTA.
Namun, sejak tahun 2024 hingga awal 2025 Waduk Sutami mengalami kondisi tahun kering. Berdampak pada penurunan debit air yang masuk ke waduk. Untuk itu OMC menjadi langkah solutif dan adaptif terhadap kondisi tersebut.
"Menjaga keandalan pasokan air untuk kebutuhan masyarakat. Wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden poin kedua, yaitu memperkuat ketahanan air, energi, dan pangan menuju Indonesia Emas 2045," lanjut Fahmi.
BACA JUGA:PJT I Hibah Al Qur'an Braille, dari Ujung Jari Terangi Dunia Disabilitas Netra
Kegiatan OMC dilaksanakan selama 15 hari. Diawali sejak 14 Oktober lalu dan akan diakhir pada tanggal 28 Oktober 2025.
Dalam pelaksanaanya, PJT I bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), PT PLN Nusantara Power UP Brantas, dan PT Alkonost Aviasi Indonesia, dengan kegiatan operasi udara. Pembukaan kegiatan OMC dilaksanakan di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang.
"Langkah OMC ini merupakan upaya nyata dan konkret dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Khususnya di Wilayah Sungai Brantas yang menjadi tulang punggung kehidupan dan ekonomi masyarakat Jawa Timur," pungkasnya. (edr)