Pemulihan Pascabanjir Situbondo Butuh Anggaran Rp160 Miliar, Sekolah Jadi Prioritas
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau kondisi SMPN 1 Banyuglugur terdampak banjir bandang.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau SMP Negeri 1 Banyuglugur yang terdampak banjir bandang untuk memastikan pendataan kerusakan sebagai dasar pemulihan pascabencana, Kamis 5 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo melihat langsung kondisi sekolah yang terdampak banjir bandang pada 21 Januari 2026 lalu.

Mini Kidi--
Mas Rio panggilan akrab bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo ini menyampaikan bahwa meskipun kejadian banjir telah berlalu beberapa pekan, kondisi di lapangan masih dinamis sehingga pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data.
“Memang kejadiannya di tanggal 21, tetapi kami terus meng-update data karena kondisi faktual dan aktual di lapangan masih berkembang,” kata Mas Rio.
BACA JUGA:Segarkan Birokrasi, Mas Rio Mutasi 26 Pejabat Eselon II Pemkab Situbondo
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyampaikan kondisi riil pascabanjir kepada pemerintah pusat serta membuka ruang dukungan melalui berbagai skema pendanaan.
“Dibangun langsung oleh pusat atau dananya ditransfer ke daerah, dua-duanya tidak masalah. Yang penting infrastruktur pendidikan, pertanian, jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya bisa kembali seperti semula,” ujarnya.
Mas Rio menegaskan bahwa keterlambatan pemulihan berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
BACA JUGA:Atasi Banjir Rob di Pesisir Jangkar, Pemkab Situbondo Bangun Tanggul Pemecah Ombak
“Kalau tidak segera ditangani, risikonya pasti lebih besar. Secara ekonomi, ini menjadi tantangan serius dalam konteks penanganan banjir,” kata Mas Rio.
Mas Rio menjelaskan bahwa penanganan darurat sejauh ini dilakukan secara gotong royong oleh pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, dengan dukungan bantuan dari berbagai pihak.
“Namun, kebutuhan pemulihan jangka menengah dan panjang jauh melampaui kemampuan penanganan darurat,” bebernya.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Gelar Doa Bersama dan Berselawat Demi Keselamatan Bangsa
Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, kebutuhan anggaran pemulihan pascabanjir diperkirakan mencapai Rp160 hingga Rp195 miliar.
“Anggaran tersebut mencakup perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik Rp52 miliar, sektor permukiman dan lingkungan Rp25 miliar, sarana pasar Rp40 miliar, penurunan kapasitas sungai Rp28 miliar, bangunan pendidikan Rp35 miliar, serta tempat ibadah Rp15 miliar,” katanya.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Gelar Asesmen 27 Pejabat Tinggi Pratama untuk Penguatan Sistem Merit
Di sektor pendidikan, puluhan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk SMPN 1 Banyuglugur yang akan menghadapi pelaksanaan ujian.
“Sekarang mau ujian TKA, tetapi kondisinya sudah tidak memungkinkan. Dari sisi kami, akan dibuat affirmative policy agar para siswa tetap bisa mengikuti ujian,” ujarnya.
BACA JUGA:Gandeng IPB, Pemkab Situbondo Tanam 20 Ribu Tanaman Buah di Kawasan Hutan
Mas Rio berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, memberikan kebijakan yang lebih adaptif bagi daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Seperti di Sumatera dan Aceh, saya berharap ada atensi kebijakan, terutama untuk wilayah dengan basis kebencanaan tinggi, termasuk Situbondo,” pungkasnya.
Sumber:




