Kawasan rawan itu antara lain ada di areal penambangan bukit kapur di Desa Buduran dan Desa Barbeluk, Kecamatan Arosbaya, Desa Jaddih dan Parseh di Kecamatan Socah, bukit Desa Morombuh, Kecamatan Kwanyar, Bukit Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bukit Kampek di Desa Pengolangan, Kecamatan Burneh, serta bukit Desa Kampak di Kecamatan Geger.
“Beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Sepulu, Kokop, Galis, Blega dan Kecmatan Konang, juga cukup rentan terjadi musibah bukit longsor. Sebab di beberapa kecamatan itu juga banyak areal penambangan bukit kapur,” kata Zainul.
Hampir setiap tahun, musibah longsoran bukit di sejumlah kecamatan rawan itu kerap kali meminta korban jiwa. Seperti Maret 2021 lalu, musibah bencana longsor kembali terjadi di areal penambangan bukit kapur Dusun, Plebunan, Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya. Saat itu, Badrun (60) , penambang sepuh asal Dusun Plebunan, tewas di TKP tertimpa longsoran dinding bukit.
“Jadi sekali lagi, ketika curah hujan mulai tinggi, apa lagi dibarengi dengan cuaca ekstrim, kami berharap agar semua warga, terutama disejumlah kecatamatan rawan musibah, agar lebih meningkatkan kewaspadaan,” pungkas Geger Susianto.
Jika sewaktu-waktu bencana terjadi, warga diharap secepatnya melapor ke Kantor Desa, Kantor Kecamatan, Kantor Polsek atau Kantor Koramil di kecamatan.
Ini penting agar terjadinya musibah bisa segera diteruskan ke BPBD, Pemkab, serta intitusi terkait lainnya di tingkat Kabupaten. Tujuannya, agar sinergitas dan kolabrorasi dalam penanggulangan bencana, secara koordinatif bisa bergulir cepat, efektif dan terukur (ras).