selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Konflik Timur Tengah Picu Keterlambatan Kapal, Pelabuhan Surabaya Tetap Stabil

Konflik Timur Tengah Picu Keterlambatan Kapal, Pelabuhan Surabaya Tetap Stabil

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Surabaya tetap berjalan stabil.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Konflik di kawasan Timur Tengah memicu keterlambatan sekitar 85 persen kapal internasional yang sandar, namun aktivitas bongkar muat peti kemas tetap relatif stabil, Rabu 4 Maret 2026.

Direktur PT Terminal Teluk Lamong David P Sirait mengungkapkan mayoritas layanan kapal internasional bersifat mingguan dengan window ketat sehingga gangguan rute global berdampak pada pergeseran jadwal.


Mini Kidi Wipes.--

“Mayoritas layanan itu jadwalnya mingguan dengan window ketat. Kalau ada gangguan di rute global, otomatis jadwalnya ikut bergeser,” ujarnya.

Menurut David, perubahan rute terutama terjadi pada kapal long haul tujuan Eropa dan Amerika yang memiliki draft di bawah 16 meter, sementara alur pelayaran memiliki batas draft sekitar 13,5 meter dan dermaga Teluk Lamong di kisaran minus 14 meter.

BACA JUGA:Jadi Lokasi Dapur MBG, Pelindo Tegaskan Status Lahan Teluk Kumai Sudah Inkrah

Ketika jalur strategis seperti Terusan Suez terganggu dan kapal harus memutar, waktu tempuh bertambah signifikan hingga satu siklus layanan mencapai 42 hari dengan kebutuhan tujuh kapal dalam satu servis.

Dalam kondisi tersebut, operator pelayaran menerapkan strategi penambahan kapal ad hoc hingga omit call atau batal singgah di pelabuhan tertentu demi menjaga jadwal berikutnya.

BACA JUGA:Penetapan Tersangka Korupsi, Pelindo Dukung Proses Hukum dan Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

“Kalau volumenya kecil, mereka bisa lewati pelabuhan tertentu, termasuk Surabaya,” jelasnya.

Faktor cuaca ekstrem seperti topan turut memperburuk situasi dan menyebabkan antrean kapal di Singapura sempat mencapai dua minggu pada awal Januari sebelum berangsur normal menjadi tiga hingga lima hari.

BACA JUGA:Kajati Jatim Percayakan Kasus Dugaan Korupsi Pelindo 3 pada Kejari Tanjung Perak

Di tengah ketidakpastian global, arus ekspor-impor ke Timur Tengah dan India justru menunjukkan tren positif dengan catatan sekitar 30 ribu TEUs pengiriman langsung tahun lalu dan target naik menjadi 75 ribu TEUs tahun ini dengan rata-rata 1.000–1.500 TEUs per minggu.

Dalam tiga bulan terakhir, terdapat tambahan layanan baru dari sejumlah perusahaan pelayaran termasuk Evergreen Marine yang membuka rute langsung ke Timur Tengah dan anak benua India.

Sementara itu, PT Pelindo Terminal Petikemas memastikan keterlambatan kapal bukan disebabkan masalah kesiapan terminal.

BACA JUGA:Selama Ramadan, Terminal Petikemas Surabaya Pastikan Bongkar Muat Tetap Jalan Tanpa Hambatan

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra menegaskan waktu tunggu terjadi karena kapal datang tidak sesuai jadwal.

“Kalau ada tiga kapal datang bersamaan tentu harus antre sesuai window, tapi bukan karena kami tidak siap,” katanya.


Gempur Rokok Illegal--

Ia menambahkan volume peti kemas tidak mengalami penurunan signifikan dan sebagian kargo dari Jawa Tengah dialihkan ke Surabaya dan Jakarta.

Menurut Pelindo, dampak penuh konflik terhadap logistik global biasanya terasa dua hingga empat minggu setelah gangguan terjadi dan kinerja pelabuhan peti kemas diyakini tetap terjaga pasca-merger di bawah Pelindo Group. (lis)

Sumber: