PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID - Warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan cukup heboh saat memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI. Mereka memiliki cara unik namun menguji adrenalin.
Ya, mereka menggelar lomba "gelindingan". Yaitu balapan menggunakan sepeda roda tiga yang terbuat dari kayu dan bambu. Event lomba ini menarik perhatian banyak warga. Termasuk para peserta muda dan orang tua.
BACA JUGA:Semarak Lomba Mancing Emak-emak di Mejayan, Hadiah Utama Kalung Emas
Mini Kidi--
Lomba gelindingan bukanlah hal baru bagi warga Lumbang. Menurut salah satu peserta veteran balap gelindingan, Hari Priyanto (54), lomba ini sudah rutin diadakan sejak tahun 1995.
"Saya salah satu peserta awal dan pernah juara di tahun 1997," kenangnya saat ditemui Senin 18 Agustus 2025.
Menguji Nyali di Jalanan Menurun. Meski terlihat sederhana, lomba ini menguji nyali para pesertanya. Sepeda kayu yang dijuluki gelindingan ini bisa melaju dengan kecepatan 60-70 km per jam saat melewati jalanan menurun. Yang membuat tantangan semakin berat adalah sepeda ini tidak memiliki rem. "Pembalap harus mengerem dengan menggunakan kedua kaki yang berpijak di jalan aspal," jelas Hari.
BACA JUGA:Semarak Kemerdekaan RI Ke-80 di Kebun Binatang Surabaya, Polri Meriahkan Lomba dan Outbond Anak
Tantangan ini juga diakui oleh Fajar (18), salah satu peserta muda. Ia menekankan bahwa mengendarai gelindingan membutuhkan mental baja. Selain tidak adanya rem, stang di roda depan dan bodi yang menghubungkan ke roda belakang tidak tersambung secara permanen. Hal ini membuat kontrol sepeda menjadi sangat sulit, terutama saat berada di tikungan tajam.
"Kalau di tikungan kita tidak fokus pada roda depan, roda belakang bisa tergelincir dan jatuh," ujar Fajar.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, panitia mewajibkan seluruh peserta mengenakan helm dan sarung tangan. Karena tantangannya lumayan berat, panitia juga menyediakan hariah total sebesar Rp 5 Juta.
BACA JUGA:Fun Walk hingga Aneka Lomba, Meriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI ala Polresta Sidoarjo
Sebanyak 40 pembalap gelindingan berpartisipasi dalam lomba tersebut. Mereka bersaing ketat untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 5 juta. Lomba unik ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga tradisi yang mempererat tali persaudaraan warga Desa Lumbang dalam merayakan kemerdekaan bangsanya. (kd/mh)